Tewasnya Muhammad Jefri Membungkam Pembelaan Diri

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Komisioner Komner HAM RI 2012-2017, Maneger Nasution menyoroti kasus meninggalnya Muhammad Jefri, terduga terorisme yang masih dalam beberapa pemeriksaan 7×24 jam. Jefri ditangkap oleh Densus 88 di Indramayu, Jawa Barat pada Rabu (07/02/2018).

“Katakanlah ia baru terduga (teroris, red) tapi kan sebetulnya ada prinsip hukum yang harus dipatuhi yaitu asas praduga tidak bersalah, ini tidak boleh orang sebetulnya dibunuh,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di Jakarta, Selasa (13/02/2018).

Maneger menjelaskan, kematian Jefri sebelum sampai pengadilan telah menutup pintu pembelaan diri atas dirinya sendiri. Densus dinilai telah menghambat seseorang untuk membela diri atas tuduhan yang melekat pada dirinya.

“Ketika ada orang yang melakukan kesalahan dihukum dengan hukuman yang berlaku. tapi problemnya, sekarang ini dia (Jefri, red) kan sudah meninggal, bagaimana proses hukumnya. Dia tidak bisa membela diri dan kemudian negara pun tidak bisa menjelaskan posisi hukumnya seperti apa,” ungkap Maneger.

Muhammad Jefri (32 tahun) dan istrinya Ardilla (18 tahun) ditangkap bersama di Indramayu oleh Densus 88 pada 7 Februari 2018. Selah tiga hari, pada 10 Februari 2018, Muhammad Jefri dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa. Padahal yang bersangkutan masih dalam proses menjalani pemeriksaan selama 7×24 jam.

Jenazah Muhammad Jefri dimakamkan di Lampung pada malam hari. Selain itu belum diketahui nasib istrinya saat ini. Pada saat penangkapan, Densus 88 juga dikabarkan tidak berkoordinasi dengan keamanan setempat. Ditambah lagi, belum ada informasi resmi soal peran pelaku dalam aksi terorisme hingga ia meninggal.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Tewasnya Muhammad Jefri Membungkam Pembelaan Diri appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Tewasnya Muhammad Jefri Membungkam Pembelaan Diri"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close