Terus targetkan pengkritik pemerintah, hampir 700 orang ditahan sejak Operasi Afrin dimulai

ANKARA (Arrahmah.com) – Otoritas Turki telah menahan sedikitnya 666 orang sejak awal operasi militer di Suriah utara. Penahanan tersebut dengan dalih menyebarkan “propaganda teror”.

Jaksa Turki juga telah meluncurkan penyelidikan terhadap pemimpin partai pro-Kurdi karena mengkritik serangan Turki di Suriah, lansir Al Jazeera pada Senin (12/2/2018).

Pervin Buldan, pemimpin Partai Rakyat Demokratik (HDP) dan rekannya Sirri Surreya Onder, telah dicurigai melakukan hal yang sama, menurut pemerintah Turki.

HDP adalah satu-satunya partai politik di Turki yang menentang operasi militer di wilayah Afrin, Suriah utara yang diklaim menargetkan pejuang Kurdi yang dikenal sebagai YPG.

“Sebuah penyelidikan telah diluncurkan terhadap anggota parlemen Pervin Buldan dan Sirri Sureyya Onder oleh jaksa penuntut untuk kejahatan dalam melakukan propaganda teror, menimbulkan dendam dan permusuhan di masyarakat,” ujar laporan Reuters.

Kedua anggota parlemen tersebut juga diselidiki karena diduga membuat pernyataan melawan operasi Afrin, namun kantor kejaksaan tidak memberikan rincian spesifik tentang dugaan pernyataan tersebut.

PKK ditunjuk oleh Turki sebagai kelompok teroris dan telah terlibat pertempuran berdarah selama bertahun-tahun di negara tersebut. Turki menganggap YPG memiliki keterkaitan dengan PKK.

Turki mengatakan, kehadiran YPG di Suriah utara merupakan ancaman keamanan bagi negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)

The post Terus targetkan pengkritik pemerintah, hampir 700 orang ditahan sejak Operasi Afrin dimulai appeared first on Arrahmah.com.



from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2018/02/13/terus-targetkan-pengkritik-pemerintah-hampir-700-orang-ditahan-sejak-operasi-afrin-dimulai/
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Terus targetkan pengkritik pemerintah, hampir 700 orang ditahan sejak Operasi Afrin dimulai"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close