Ruqyah Intelektual: Terapi untuk Gangguan Ayat-ayat Setan

Oleh: [c] Ahmad Sastra

Ruqyah yang selama ini dikenal dan berkembang adalah semacam ruqyah spiritual, yakni usaha untuk menyembuhkan manusia yang kemasukan jin. Ruqyah juga biasanya bertujuan untuk membersihkan sifat-sifat buruk yang bersarang dalam hati manusia atau untuk menghindari gangguan mistik.

Sebenarnya tidak banyak orang yang mengalami kemasukan jin, namun praktek pengobatan metode ruqyah cukup berkembang pesat di negeri ini. Dengan berbagai media seperti air dan bacaan doa-doa khusus, dengan izin Allah, sang pasien bisa terbebas dari gangguan jin. Jin itu lantas keluar dari tubuh sang pasien. Demikian yang saya dengar, sebab saya sendiri tidak pernah mengalami gangguan jin semacam itu.

Orang yang kemasukan jin biasanya mengalami gangguan psikologis yang tinggi sehingga tak sadarkan diri dan bahkan mengalami semacam kesurupan. Orang yang mengalami kesurupan biasanya ngoceh tak karuan, bahkan seringkali yang ngoceh adalah jin yang bersarang dalam tubuh pasien dengan media mulut orang bersangkutan. Seperti itulah yang sering saya lihat, benar tidaknya, saya tidak tahu, sebab saya tidak pernah mengalami kesurupan.

Orang yang kemasukan jin akan bisa membahayakan dirinya sendiri. Tidak pernah ada orang kesurupan yang berjalan keliling kampung untuk mencelakai dan membunuh orang lain. Tidak pernah pula ada orang kesurupan yang mampu merusak pikiran dan keimanan orang lain. Kesurupan hanya bersifat individual, bahayanya tidak besar dan hanya bersifat sementara saja.

Sebenarnya ada kesurupan yang lebih berbahaya dibandingkan kemasukan jin dan setan, yakni kemasukan ayat-ayat setan. Kemasukan ayat-ayat setan akan menjadikan manusia kesurupan pikir sesat yang bisa membahayakan aqidah seorang muslim, dia bisa bergentayangan ngoceh mencari korban dan bahkan durasi waktunya bisa seumur hidup. Kesurupan ayat-ayat setan jauh lebih berbahaya dibandingkan kesurupan jin.

Tidak semua orang berpotensi kesurupan jin, namun semua muslim berpotensi kemasukan virus ayat-ayat setan ini. Terbukti, pasien kesurupan jin hanya sedikit, sementara yang kesurupan pemikiran sesat berjumlah sangat banyak, sementara orang yang bisa menyembuhkan kesurupan sesat pikir ini sangat langka. Pasien banyak, dokternya sedikit.

Ayat-ayat setan itu sering disebut dengan istilah isme-isme yang tidak berasal dari ajaran Islam. Banyak isme –isme sesat yang bisa menjerumuskan manusia kepada jurang kemunafikan dan kekufuran jika tidak segera diruqyah. Kerasukan ayat-ayat setan, bukan hanya membahakan dirinya sendiri, namun bisa merusak manusia dan kehidupan karena menyelisihi ajaran Islam. Meruqyah orang pikirannya kerasukan ayat-ayat setan lebih sulit dibanding yang tubuhnya kerasukan jin. Ruqyah intelektual butuh sebuah perjuangan.

Sebagai contoh pemimpin negara yang telah kerasukan ayat setan sekulerisme, maka ia akan menjauhkan dan membuang ajaran Islam dalam mengelola rakyat dan negaranya. Akibatnya ia akan akan menerapkan nasionalisme yang memecah belah umat Islam, ia akan menerapkan sistem kapitalisme yang memiskinkan rakyat karena menyerahkan dan menjual sumber daya alam milik rakyat kepada asing dengan kebijakan privatisasi.

Kerasukan ayat setan sekulerisme juga akan berujung kepada berbagai kebijakan yang berlawanan dengan nilai-nilai agama. Perjuangan Islam akan dianggap sebagai musuh dan akan dikriminalisasi hingga akar-akarnya. Sementara kemaksiatan akan diberikan kebebasan dengan ajaran liberalisme yang berlindung kepada hak asasi manusia. Akibatnya lahirlah masyarakat bebas yang amoral dan tidak berperadaban.

Kerasukan ayat setan sekulerisme juga akan menjadikan sebuah negara dalam cengkeraman neokolonialisme atas nama demokrasi. Kekuasaan dalam paham sekulerisme adalah cara untuk meraih kekuasaan dan kekayaan individu, sehingga melahirkan sikap permisivisme dalam meraihnya, meski harus korupsi, kolusi, grativikasi, dan nepotisme. Akibatnya rakyat akan dijadikan tumbal politik bagi kerakusan kekuasaan amoral.

Kerasukan ayat setan sekulerisme juga akan melahirkan pola pandang terhadap agama yang pluralisme. Plularisme memandang bahwa semua agama adalah sama benarnya. Akibatnya, sekulerisme menerima dan melindungi aliran-aliran sesat yang berkembang di masyarakat. Namun ironis, sekulerisme seringkali justru memusuhi Islam.

Dari ayat setan sekulerisme lahirlah isme-isme lain yang tidak kalah bahaya seperti atheisme, feminisme, hedonisme, pragmatisme, permisivisme, humanisme, imperialisme, dan komunisme. Komunisme atheis yang menganggap Tuhan tidak ada adalah puncak dari sekulerisme liberal. Ayat-ayat setan ini akan merusak seluruh tatanan kehidupan manusia yang destruktif, merusak aqidah dan perilaku manusia seluruhnya.

Kerasukan ayat-ayat setan inilah yang sesungguhnya mendesak untuk segera diruqyah. Meruqyah orang yang kesurupan ayat-ayat setan adalah dengan ta’lim, dakwah Islam dan penguatan aqidah fikriyah. Mengeluarkan gangguan ayat-ayat setan dari pikiran akan menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa. Keimanan dan ketaqwaan masyarakat inilah yang akan mendatangkan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akherat.

Sebaliknya jika ayat-ayat Allah diabaikan dan menerapkan sekulerisme, maka Allah akan memberikan kesempitan hidup di dunia dan kesengsaraan di akherat. Negara sekuler adalah negara yang telah kemasukan ayat-ayat setan yang hanya bisa disembuhkan dengan penerapan ideologi Islam. Dengan tegaknya Islam Kaffah dalam negara, maka ayat-ayat setan akan segera bisa dimusnahnya hingga ke akar-akarnya.

Apakah ada teman atau tetangga yang telah kerasukan dan kesurupan ayat-ayat setan ?. Insyaallah saya siap meruqyahnya. [KotaHujan, 22/10/17 : 15.40 WIB]

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/ruqyah-intelektual-terapi-untuk-gangguan-ayat-ayat-setan
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Ruqyah Intelektual: Terapi untuk Gangguan Ayat-ayat Setan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close