Krisis tenaga listrik lumpuhkan sektor kesehatan di Gaza

Kekurangan listrik berkepanjangan di Jalur Gaza telah membawa sektor kesehatan setempat ke jurang kehancur. Hal tersebut menyebaban pemadaman listrik secara berkala hingga 20 jam per hari.

Setelah ditutupnya Rumah Sakit Beit Hanoun karena kekurangan listrik, kini Rumah Sakit Mohammed al-Durra untuk anak-anak juga terpaksa mengurangi layanan hingga 60 persen.

“Pekan lalu, kami diberitahu bahwa tidak ada bahan bakar yang akan dikirim ke rumah sakit anak-anak karena persediaan bahan bakar pemerintah hampir habis,” direktur rumah sakit Majid Hamada mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Hal tersebut memaksa kami untuk mengambil serangkaian tindakan penghematan,” ia menambahkan.

Selama sepuluh hari terakhir berturut-turut, kata Hamada, rumah sakit anak harus mengandalkan generator tunggal untuk mempertahankan operasinya.

“Pada Rabu, kami menggunakan bahan bakar terakhir untuk menyalakan generator kami,” keluhnya.

Akibatnya, Hamada menjelaskan, rumah sakit terpaksa menutup unit peralatan intensif (ICU) dan mengirim pasien mudanya ke rumah sakit lain di Gaza.

“ICU telah merawat tiga anak yang sakit, dua di antaranya terhubung dengan respirator buatan,” katanya. “Semuanya harus dipindahkan.”

Jalur Gaza menawarkan total 13 rumah sakit yang dikelola oleh kementerian dan 54 pusat perawatan kesehatan primer yang mencakup sekitar 95 persen dari semua layanan kesehatan di daerah tersebut.

Gaza, yang terus mengerang di bawah pengepungan “Israel”, bahkan Mesir, selama satu dekade, telah berjuang mengatasi kekurangan listrik yang parah sejak tahun 2006.

Meskipun wilayah tersebut membutuhkan sekitar 600 megawatt listrik, saat ini hanya menerima 120 megawatt dari “Israel” dan 32 megawatt dari Mesir.

Pembangkit listrik yang berfungsi di Gaza, sementara itu, hanya mampu menghasilkan 60 megawatt listrik, menurut Otoritas Energi Palestina.

Penipisan bahan bakar baru-baru ini telah menyebabkan penghentian generator darurat di tiga rumah sakit (termasuk Beit Hanoun dan rumah sakit anak-anak) dan di tujuh pusat kesehatan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

“Kami hampir kehabisan bahan bakar pada saat ini,” juru bicara kementerian Ahsraf al-Qidra mengatakan kepada Anadolu Agency pada Kamis (1/2/2018).

“Hanya akan berlangsung beberapa hari lagi,” katanya, menambahkan bahwa semua pasokan bahan bakar di jalur gaza akan habis pada akhir Februari.

“Tanpa bahan bakar untuk menyalakan generator, dua juta penduduk Jalur Gaza akan benar-benar kehilangan semua layanan medis,” al-Qidra memperingatkan. (fath/arrahmah.com)

The post Krisis tenaga listrik lumpuhkan sektor kesehatan di Gaza appeared first on Arrahmah.com.



from Arrahmah.com https://www.arrahmah.com/2018/02/02/krisis-tenaga-listrik-lumpuhkan-sektor-kesehatan-di-gaza/
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Krisis tenaga listrik lumpuhkan sektor kesehatan di Gaza"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close