Koalisi AS Bahas Nasib Warga Asing Anggota ISIS yang Tertawan

KIBLAT.NET, Roma – Negara-negara sekutu AS dalam perang melawan Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) pada Selasa (13/02) bermusyawarah di Kota Roma, Italia, membahas nasib ratusan anggota ISIS dari luar negeri yang ditawan milisi Kurdi di Suriah. Namun pertemuan itu gagal mencapai kesepakatan.

Dilansir dari Al-Jazeera, Rabu (14/02), pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 14 menteri pertahanan negara anggota koalisi AS itu digelar tertutup. Ke-14 menteri itu adalah menteri pertahanan Perancis, Italia, Kanada, Australia, Turki, Jerman, Belgia, Amerika Serikat, Norwegia, Belanda, Iraq, Selandia Baru, Spanyol dan Inggris.

Para mentari itu belum mencapai kesepakatan bagaimana menyikapi ratusan pejuang asing anggota ISIS yang saat ini ditawan milisi Kurdi Suriah, sekutu utama AS di lapangan.

Salah satu pilihan yang dibahas, mereka dipulangkan ke negara masing-masing dan diadili sesuai undang-undang di negara tersebut. Namun usulan ini tidak ditolak oleh Amerika Serikat.

Pada bagiannya, Menteri Pertahanan James Matisse berharap dapat meyakinkan sekutu untuk mengambil tanggung jawab lebih besar mengenai pejuang asing ini.

“Masalah ini belum diselesaikan secara pasti dan sedang digarap. Tidak ada solusi komprehensif untuk masalah tawanan,” kata Matisse kepada media setela pertemuan tersebut. Dia mendorong permasalahan itu segera menemukan titik temu.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk memindahkan beberapa tahanan ke penjara Teluk Guantanamo, Mattis menolak berkomentar.

Washington sendiri menuntut para tahanan tersebut tidak ditahan di Suriah karena situasi keamanan yang tidak stabil. Ditakutkan mereka bisa melarikan diri dan kembali ke mengangkat senjata. Akan lebih baik, Mattis berharap, setiap negara mengadili warga negaranya masing-masing.

Amerika Serikat lebih suka bertindak cepat dan tidak menunggu program rekonstruksi besar-besaran untuk Suriah, karena program-program ini tidak akan terlihat sampai solusi politik yang menyeluruh ditemukan.

Namun banyak negara koalisi menolak memulangkan warga negaranya yang sudah bergabung ISIS, terutama yang memiliki kewarganegaraan ganda seperti Alexandra Coti dan Syafi’i al-Sheikh. Keduanya diketahui bagian dari kelompok ISIS yang dikenal “The Beatles” dan bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah sandera asing.

London menolak menerima Coti dan Sheikh yang bertanggung jawab atas pembunuhan sekitar 20 sandera Barat, termasuk jurnalis Amerika James Foley, yang disembelih pada tahun 2012. Coti (34) memegang kewarganegaraan Inggris, Ghana dan Siprus.

Pejabat Prancis berulang kali mengatakan bahwa pejuang Prancis yang ditawan milisi Kurdi Suriah harus diadili oleh pasukan lokal. Paris tidak berniat membawa pulang mereka.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

The post Koalisi AS Bahas Nasib Warga Asing Anggota ISIS yang Tertawan appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Koalisi AS Bahas Nasib Warga Asing Anggota ISIS yang Tertawan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close