Blusukan di Glodok, Rizal Ramli Singgung Masalah Ekonomi Hingga Teror

KONFRONTASI-Di tengah cuaca yang tak bersahabat, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kematiriman Rizal Ramli mengunjungi kawasan Glodok, Jakarta Barat, Kamis (15/2/2018).

Tepatnya di Gang Gloria, Rizal menggulung celana bahan hitam yang dipakainya. Ia menembus lorong yang tergenang air. Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa pedagang.

Rizal Ramli bercerita, dalam dialog tersebut banyak pedagang kaki lima (PKL) yang gelisah dengan situasi ekonomi negara.

"Mereka (PKL) gelisah karena ekonomi enggak sebagus dulu, mereka ingin perbaikan,"  tukasnya di Glodok, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurut Rizal Ramli, pemerintah punya kesempatan untuk melakukan perbaikan ekonomi agar ke depannya tidak menjadi semakin buruk. Apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini adalah pengetatan anggaran sehingga ekonomi justru melambat.

Ada baiknya jika pengetatan anggaran tersebut dikurangi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Soal Teror

Dalam kesempatan yang sama, Rizal juga meminta pemerintah untuk cepat mengungkap motif penganiayaan para tokoh agama yang belakangan marak terjadi. Jika peristiwa tersebut sengaja dibiarkan berlarut, maka kebhinekaan di Indonesia akan rusak.

Rizal menilai pelaku teror terhadap pemuka agama dan perusak tempat ibadah bukan pihak yang memiliki ganguan jiwa melainkan orang waras yang memiliki tujuan merusak keragaman dan perdamaian di Indonesia.

"Orang gila tidak mungkin bisa masuk ke dalam gereja dan masjid untuk meneror, karena memiliki keterbatasan memori," ujar Rizal saat ditemui di Pangkas Rambut Ko Tang, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (15/2).

Rizal merasa janggal dengan rentetan aksi teror yang waktunya hampir berdekatan. Semisal kejadian penyerangan Kyai di Garut dan Romo di Gereja Katolik Santa Lidwina berlangsung selama bulan Februari.

Makanya, Rizal tidak percaya kalau ini soal perbedaan pendapat, toleransi dan aksi orang gila. Ia yakin dibalik ini semua ada pihak yang menggerakkan.

Untuk itu, Rizal mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kuncinya untuk menjaga persatuan adalah menjaga pluralisme, seperti yang dilakukan masyarakat di kawasan Glodok.

"Karena di sini merupakan lingkungan plural yang dihuni oleh semua agama. Selama kebhinekaan itu masih terjaga, maka jangan takut. Teman Tionghoa tidak perlu takut. Yang Kristen Katolik, Konghucu, Islam, enggak usah takut, yang terpenting kita enggak mau diadu," tandasnya.[mr/lip/rmol]

Tags: 
Category: 


from Tokoh http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/blusukan-di-glodok-rizal-ramli-singgung-masalah-ekonomi-hingga-teror
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Blusukan di Glodok, Rizal Ramli Singgung Masalah Ekonomi Hingga Teror"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close