Bawaslu: Kami Hanya Susun Materi Dakwah Soal Penyelenggaraan Pilkada

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera merampungkan materi dakwah terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Materi itu berisikan wawasan pencegahan, sosialisasi, dan pengawasan terhadap praktik politik uang dan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam Pilkada.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), M Afifudin mengatakan, materi dakwah atau khutbah itu ditujukan untuk mencegah pelanggaran syiar keagamaan untuk berkampanye.

“Itu sebenarnya rencana kita untuk melakukan pencegahan. Nah, salah satu aktor yang kita identifikasi aktor potensial untuk melakukan kerjasama adalah tokoh agama, tokoh semua agama yang pasti punya jamaah, dan punya waktu untuk berceramah,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net, di kantornya, Jl. M.H. Thamrin No. 14, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/02/2018).

“Kita ingin di antara materi ceramah itu ada materi yang berwawasan pengawasan dan pencegahan. Misalnya menjelaskan tentang perlunya menjauhi praktik politik uang dalam perspektif agama itu seperti apa, kalau dalam MUI kan jelas dilarang, kami yakin di seluruh agama juga pasti dilarang,” lanjutnya.

Selain masalah politik uang, Afif juga mengungkapkan dalam materi khutbah itu juga akan dimasukkan materi perlunya menjaga persaudaraan untuk menghindari konflik SARA. Dan materi ini disebutkan Afif akan berbentuk buku seperti kumpulan materi khutbah atau pidato berisikan pencegahan atau pengawasan dalam pemilu.

Lebih rinci, materi khutbah yang akan dikeluarkan Bawaslu berbentuk seperti suplemen bacaan buku yang sifatnya simpel dan ringan. Nantinya, buku ini akan Bawaslu taruh di kantor-kantor perwakilan provinsi, dan masyarakat atau tokoh agama butuh dalil-dalil atas politik uang yang haram, biar mendapatkannya dari buku susunan Bawaslu ini.

“Buku ini nantinya, seperti misalnya buku tentang HAM dan Islam, Islam dan lingkungan hidup, seperti itu. Sifatnya pun opsional tidak diwajibkan dipakai, tidak untuk mengatur ceramahnya atau penceramahnya, ini hanya memberikan beberapa bacaan atau resensi yang bisa dipakai untuk berceramah, untuk kemudian dipakai atau tidak itu terserah,” ungkapnya menepis penolakan yang disuarakan sejumlah pimpinan ormas terkait pengeluarannya materi khutbah dari Bawaslu.

Afif menyebut tindakan atau karya seperti ini bukan hal yang baru bagi Bawaslu, sudah sejak tahun 1999, Bawaslu menggunakan tokoh agama atau tokoh masyarakat lainnya yang memiliki basis massa untuk kemudian melakukan sosialisasi terkait pemilu yang sehat.

“Ini sebetulnya sudah dilakukan Bawaslu juga, pada tahun 1999 kan sudah juga. Pada waktu itu kan kita juga melibatkan seluruh tokoh agama sebagai orang penting yang bisa menyampaikan informasi ke masyarakat. Ini bukan hal baru dan ini sesuatu yang biasa saja. Menjadi tidak biasa ketika disalah artikan kami mengatur khutbah pemuka agama, tidak. Itu yang harus diluruskan,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan membuat materi dakwah terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Materi tersebut dibuat sebagai pengawasan terhadap khutbah Jumat agar tak menyinggung SARA terkait Pilkada.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution menolak rencana Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk membatasi dan mengawasi khutbah Jumat. Ia menegaskan bahwa Bawaslu tidak punya kompetensi untuk mengawasi khutbah Jumat.

“Ide itu sangat menggelikan. Mandat Bawaslu itu mengawasi hajatan politik. Tapi kok punya syahwat mengurusi kurikulum khutbah Jumat segala? Apakah Bawaslu punya kompetensi soal materi khutbah Jumat?,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Ahad (11/02/2018).

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

The post Bawaslu: Kami Hanya Susun Materi Dakwah Soal Penyelenggaraan Pilkada appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Bawaslu: Kami Hanya Susun Materi Dakwah Soal Penyelenggaraan Pilkada"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close