Sekiranya Al-Quran Digunakan Sebagai Petunjuk Iluminatif?

Judul ini bukan berarti Al-Qur’an telah mandeg dan berhenti dibuat oleh manusia sebagai petunjuk. Namun pernyataan ayat Al-Furqon: 30 yang berbunyi, “Dan Rasul (Muhammad) berkata, ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an terabaikan”, penting untuk direnungkan.

“Mahjura” pada ayat di atas, seasal kata dengan hajar, yang bermakna batu. Apakah ayat itu hendak mengilustrasikan bahwa Al-Qur’an dijadikan membatu, atau memfosil, beku, diam dan kehilangan keaktifannya, hanya Tuhan yang paling tahu. Namun, fakta boleh berkata, sedikit banyak Al-Qur’an sebagai huda, nura, dan basyira tampak di zaman kita ini, seolah telah beku dan membatu.

Adapun digunakannya iluminatif judul di atas bukan untuk mengasosiasikan artikel ini pada apa yang kerap digunjingkan dengan kelompok iluminasi yang misterius itu. Iluminatif di sini artinya adalah menyinari, menyuluhi dan menerangi hal-hal yang tadinya remang-remang, gelap, menjadi jelas. Memang begitulah aslinya fungsi petunjuk, seperti pemahaman manusia terhadap marka jalan.

Misalnya apabila kita menggunakan pencerahan makna simbolik dari nama-nama surah Al-Qur’an, 11 (sebelas) surah saja kita gunakan, sudah lebih dari cukup bagi manusia sebagai bekal hidup.

Mari kita mulai secara berturut-turut.

1. Surah Al-‘Alaq atau Iqra, memberi petunjuk bagi manusia untuk melihat tantangan hidupnya dengan cara berbeda atau transendental.

2. Kemudian, setalah melihat dengan cara Iqra’, maju menuju Al-Fatihah. Ini adalah prinsip hubungan bathin antara hamba dan Pencipta.

3. Lalu masuk ke Al-Ikhlash. Ini adalah prinsip hidup dan keyakinan dalam melihat dunia. Inilah inti ajaran Tauhid.

4. Kemudian, Al-Hadied, yaitu pentingnya tools yang andal dalam menjalankan misi hidup. Itulah surah besi, atau surah al-Hadied. Besi digunakan menjadi alat dan perkakas dalam menyelenggarakan hidup. Elemen logam besi dan teknologi, selalu beringin

5. Al-Anfal, itu adalah karunia rampasan perang. Perang memang hal yang riil dalam kehidupan. Al-Anfal adalah bukti kemenangan riil. Tapi bagaimana mengatur dan membagi serta mengelola rampasan perang itu, surah Al-Anfal telah mengaturnya dengan baik. Ini juga menyadarkan manusia, bahwa perang itu merupakan hal yang tak terhindarkan. Tapi bagaimana mengelola perang dan hasil-hasilnya, itulah yang yang penting.

6. An-Naml, ini juga bukan tak ada maksud sampai menjadi nama sebuah surah. Semut atau naml, memang suatu bagian dari bangsa binatang yang unik secara perilaku berkelompoknya. Ini adalah binatang yang sangat efektif melakukan penaklukan atau perang. Mereka membentuk suatu sistem komunikasi, organisasi (pembagian tugas), transportasi dan penguasaan yang ajaib dan rapi. Tak syak lagi, semut adalah organisasi militer yang ajaib. Manusia bisa belajar dari mereka. Wajarlah jika Nabi Sulaiman menghormati semut.

7. An-Nahl, atau lebah juga mirip perilakunya seperti semut. Hanya saja, lebah lebih bertendensi sipil. Ini lebih mirip sebuah organisasi industri yang ajaib untuk menghasilkan madu. Jika pola semut cocok diterapkan untuk kondisi perang, maka pola lebah cocok diterapkan dalam kondisi damai. Bukankah hidup manusia terdiri atas yang saling bergantian: perang dan damai?

8. Surah Muhammad, inilah surah yang menggambarkan figur teladan. Sosok Muhammad itulah yang diinginkan manusia dalam hubungannya dengan manusia, alam, dan Pencipta.

9. An-Nur, atau cahaya. Setelah tercapai sosok Muhammad dalam diri manusia, implikasinya dirinya akan menjadi nur atau cahaya bagi lingkungannya.

10. Al-Mulk, atau kerajaan atau juga kekuasaan yang terorganisasi bagi mengatur manusia. Kerajaan merupakan hal yang tak terelakkan lagi, manakala 9 makna simbolik surah sebelumnya diterapkan dalam kehidupan. Tentulah kerajaan yang diridlai Tuhanlah yang dimaksud.

11. Prinsip terakhir adalah Al-Fath. Al-Fath juga nama sebuah surah seperti halnya nama-nama surah yang disebut sebelumnya. Al-Fath adalah kemenangan. Memanglah kemenangan yang akan diperoleh manakala 10 prinsip sebelumnya diterapkan.

Demikianlah kiranya tafsir iluminatif bagi makna-makna simbolik nama-nama surah di atas. Wallahu a’lambishshowab. (€₩@KO)

Tags: 
Category: 


from Khazanah http://www.konfrontasi.com/content/khazanah/sekiranya-al-quran-digunakan-sebagai-petunjuk-iluminatif
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Sekiranya Al-Quran Digunakan Sebagai Petunjuk Iluminatif?"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close