Prabowo, Sudrajat dan Mahar Politik

Oleh: Tb Ardi Januar

Kemunculan nama Sudrajat sebagai Calon Gubernur Jawa Barat mengejutkan banyak pihak. Jangankan partai lain, kader Gerindra sendiri banyak yang kaget dan bertanya-tanya melihat strategi perang dari seorang Prabowo Subianto.

Wajar rasanya bila kemunculan Sudrajat membuat banyak pihak bertanya. Nama Sudrajat tidak pernah masuk pemberitaan bursa bakal calon. Bahkan, tak pernah satu kali pun namanya disebut dalam pemaparan sejumlah lembaga survei.

Orang langsung mencari tahu sepak terjang purnawirawan bintang dua ini. Hanya dalam hitungan satu jam setelah ditetapkan Gerindra sebagai calon gubernur Jawa Barat, keyword "Sudrajat Gerindra" sudah menghiasi mesin pencarian Google. Sudrajat seketika menjadi buah bibir banyak orang.

Sudrajat pun buka suara dan bercerita kronologis pencalonannya kepada saya dalam sebuah perbincangan di salah satu restoran belum lama ini. "Gimana sih cerita awalnya Kang Ajat bisa dicalonkan...?" tanya saya.

Dalam satu kesempatan, pria yang akrab disapa Kang Ajat ini diajak bersua oleh Prabowo. Dirinya tidak memiliki kecurigaan apapun karena kedekatan antara keduanya memang sudah terjalin lama sewaktu sama-sama menjadi tentara. Namun, siapa sangka saat pertemuan berlangsung, terlontar kalimat dari mulut Prabowo yang membuat Sudrajat terkejut.

"Kang Ajat, saya mau mengusung Akang sebagai Calon Gubernur Jawa Barat. Bagaimana?" kata Prabowo sebagaimana ditirukan Sudrajat.

Tak perlu berfikir lama, Sudrajat langsung menolak dengan halus. "Mas Bowo, tugas saya ini sudah selesai. Sekarang saya sedang menikmati hari-hari bersama istri, anak dan cucu. Saya juga sedang fokus usaha. Biarlah ini menjadi panggung anak muda," jawab pria berdarah Sumedang-Sukabumi ini. Obrolan pun berlanjut dan berakhir tanpa kesepakatan.

Selang beberapa lama, keduanya kembali bertemu. Sudrajat mengira perbincangan soal Pilgub Jabar tak akan lagi dibahas. Namun siapa sangka, Prabowo belum menyerah untuk membujuk, bahkan mengajak berbicara lebih dalam tentang Pilgub Jabar.

"Kang Ajat, saya sudah berusaha mencari figur terbaik. Tapi saya hanya menemukan kriteria yang pas dari Akang," kata Prabowo. Kriteria yang diinginkan mantan Danjen Kopassus itu antara lain; orang Sunda asli (nyunda), dekat dengan kalangan ulama (nyantri), berpendidikan tinggi (nyakola) dan berpengalaman dalam berbagai hal (nyantika).

"Kondisi Jawa Barat dan Bangsa kita sedang seperti ini. Apa Akang mau diam saja...?" tatang Prabowo.

Sudrajat orang yang tak bisa ditantang. Apalagi untuk membela sebuah kehormatan Bangsa apalagi tanah kelahiran. Pertanyaan dari Prabowo tadi langsung dia sikapi dengan tegas. "Baik Mas Bowo, saya akan pertimbangkan ini dan membahasnya dengan keluarga," sahut Sudrajat.

Obrolan ternyata belum selesai. Sudrajat memaparkan kegalauan soal biaya kompetisi politik yang sangat tinggi dan dia mengaku tak punya amunisi cukup untuk bertarung dalam pesta demokrasi. "Sudah Kang, kalau soal biaya jangan terlalu dipikirkan. Kita bisa cari sama-sama. Kita pakai paket hemat saja. Yang penting kita luruskan niat untuk mengabdi," jawab Prabowo, simpel.

Sudrajat mengungkap sejarah. Ini bukan kali pertama dia mendapat tawaran soal posisi calon gubernur Jawa Barat. Sejak 2004, ternyata sudah banyak parpol yang berusaha melamarnya. Mereka kepincut dengan sepak terjang dan prestasi Sudrajat. Namun, Sudrajat tak bisa menerima pinangan karena permintaan mahar politik yang cukup tinggi.

"Baru sekarang lah saya ditawari ikut berkompetisi tanpa dimintai biaya. Makanya saya heran dan tidak percaya kalau ada berita Prabowo minta mahar. Saya sangat mengenal dia. Prabowo itu selalu memperjuangkan orang yang menurut dia layak tanpa perhitungan. Dia memiliki budi yang luhur," tegas Sudrajat dengan intonasi suara yang meninggi dan mata sedikit lebih melotot. Sudrajat seperti kesal dengan isu mahar yang sempat ramai diberitakan.

Sudrajat adalah seorang purnawirawan dengan prestasi menawan. Dia pernah dianugrahi berbagai penghargaan. Di antaranya Satya Lencana Yudha Dharma Naraya, Bintang Yudha Dharma Pratama dan Bintang Putra Eka Paksi Pratama. Selain sebagai prajurit, Sudrajat juga tercatat sebagai intelektual, diplomat, pebisnis dan santri.

Kini dia menjadi Calon Gubernur Jawa Barat diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN. Dia akan didampingi oleh Ahmad Syaikhu. Seorang birokrat berpengalaman lulusan STAN, yang pernah menjadi auditor BPKP, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan kini menjabat Wakil Wali Kota Bekasi.

Keduanya bertekad akan melanjutkan pembangunan di Jawa Barat, dan menciptakan banyak gebrakan yang brilian. Terutama dalam hal ekonomi, sosial, keamanan dan kebudayaan. Ini benar-benar pasangan yang ASYIK dan melahirkan sebuah harapan.

Ada satu pernyataan terlontar dari mulut seorang Jenderal lulusan Harvard yang sangat menarik untuk dikutip.

"Seorang prajurit tidak akan pernah berhenti berjuang, sampai dia tak bisa lagi mendengar tembakan salvo yang meletus di samping telinganya," demikian kata Sudrajat.

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/prabowo-sudrajat-dan-mahar-politik
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Prabowo, Sudrajat dan Mahar Politik"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close