Mencari Wapres Higienis

Oleh: Ziyad Falahi

Tertutupnya peluang JK untuk menjadi wapres menstimulus banyak nama yang hendak mencuri kesempatan mendampingi jokowi pada ajang 2019. Nama besar seperti Gatot Nurmantyo, Moeldoko dan Muhaimin Iskandar sedang mengatur ritme agar masyarakat tidak jenuh. Sedangkan figur setengah matang semacam Menag Lukman Hakim, Ignasius Jonan dan Tuan Guru Bajang tengah merayap senyap.

Deskripsi diatas merupakan konsekuensi logis dari politik era artificial intelligence (AI). Hanya figur yang direstui kekuasaan sajalah yang mampu beraksi secara masif melalui media baik socmed maupun mainstream. Sedangkan figur yang opportunist perlu mencari celah berita plus sensasi agar mampu menyajikan profilnya ditengah masyarakat.

Pertarungan Asimetris Oportunisme melawan AI ibarat adu cepat menghitung manual melawan kalkulator. Algoritma kekuasaan jelas memiliki tingkat akurasi melebihi rasio. Bahkan ketololan dapat di atur secara presisi untuk mengatur rasio masyarakat yang didalamnya terdapat unsur emosi dan kebosanan.

Ironi, Banyak politisi belum menyadari bahwa dirinya tengah menghadapi mahluk gaib dengan fleksibilitas kapasitas re evaluasi dan re duplikasi secara kontinyu. Mari kita lihat di era jokowi, hampir semua figur tenar calon pemimpin telah penuh dengan kuman kuman tuduhan. Artinya, tidak ada lagi politisi yang tidak tercemar, yang ada hanyalah belum tercemar.

Namun demikian, Manajemen teknologi high end berbasis selokan juga memiliki sisi positif. Publik kini semakin menyadari bahwa menilai pemimpin tidak mungkin tanpa cacat, tapi juga performance kinerja dan program yang berorientasi pada kesejahteraan. Pembatas yang diciptakan melalui slogan slogan bersih, jujur, merakyat, justru membunuh keleluasaan figur pemimpin untuk terus belajar dari kesalahan.

mental blok bikin goblok

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/mencari-wapres-higienis
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Mencari Wapres Higienis"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close