Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah

KIBLAT.NET – Jauh sebelum jadi kota metropolitan, Kota Jeddah punya cerita panjang. Sebelum Islam datang, ia hanyalah menjadi tempat transit bagi para nelayan kabilah Qudha’ah untuk beristirahat usai mencari ikan di laut. Lambat laun kota itu terus tumbuh dan bergerak. Utamanya setelah kota tersebut didirikan dan diresmikan oleh Khalifah Utsman bin Affan, sekitar tahun 648 Masehi.

Dan Jeddah terus berkembang pesat sejak saat itu. Seorang penulis Persia, Nasir Khasrow pernah mengunjungi kota tersebut pada tahun 1050 M. Ia menyebut Jeddah sebagai kota yang kuat. Dikelilingi oleh benteng-benteng yang kokoh. “Penduduknya mencapai 5.000 jiwa. Di kota tersebut belum terdapat tumbuh-tumbuhan sehingga semua kebutuhannya didatangkan dari luar,” jelas Khasrow.

Pada tahun 1517 M kota Jeddah, yang secara linguistik bermakna “nenek moyang” ini jatuh ke tangan Turki. Setelah Turki menyerah kepada Inggris (1910-1925), kota ini merupakan bagian dari kerajaan Hijaz. Selanjutnya, Jeddah berada di bawah kekuasaan Abdul Aziz Ibnu Saud dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan kerajaan Arab Saudi.

Seiring dengan modernisasi dan pembangunan yang gencar dilakukan kerajaan, wajah kota ini berubah dari wilayah yang gersang menjadi kota yang sejuk dipandang mata dan dilengkapi banyak fasilitas. Kini, Jeddah jadi kota perdagangan, juga kota diplomatik bagi kerajaan Arab Saudi. Ia jadi tempat penting diselenggarakannya sejumlah pertemuan para pemimpin dunia, termasuk pertemuan para duta besar negara-negara Islam. Sejumlah yayasan dakwah dan organisasi Islam pun sering menggelar kajian-kajian ilmu di kota ini.

Baca juga: MADINA Kirim 16 Delegasi Ikuti Daurah Internasional di Jeddah

Salah satunya adalah Yayasan Bayyinat pimpinan Syaikh Ahmad Bathaf. Awal tahun 2018, yayasan yang bergerak di bidang kaderisasi aktivis dakwah ini menggelar Daurah Ilmiah Internasional ke-14 di Jeddah sejak tanggal 5-18 Januari 2018. Ulama dan pakar hadits diundang untuk menjadi pembicara. Di antaranya ada nama besar seperti Syaikh Al-Allamah Abdullah bin Muhammad Al-Ghunaiman, Syaikh DR. Hasan bin Abdul Hamid Bukhori, Syaikh Hamid bin Akrom Bukhori, Syaikh Rasyid Az Zahrani, juga para masyayikh kibar lainnya.

Sejumlah peserta dari mancanegara ikuti Daurah Internasional di Jeddah.

Sekitar 150 peserta dari mancanegara turut berdatangan meramaikan acara daurah tersebut. Mereka datang dari dalam dan luar wilayah Saudi Arabia. Dari dalam wilayah Saudi, ada warga setempat, juga para mahasiswa luar negeri yang belajar di pelbagai universitas di dalam Saudi seperti King Abdul Aziz University, Jami’ah Islam Madinah (IUM), Ummul Quro Mekkah, dan lainnya. Namun, dari mahasiswa yang belajar di dalam Saudi dan ikut daurah, paling banyak datang ialah mahasiswa Jamiah Islam Madinah. Mayoritas dari mereka berasal dari Indonesia.

The post Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Membersamai Para Penuntut Ilmu di Kota Jeddah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close