Kerikil Peredam Murka

KIBLAT.NET – Suatu ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq telah menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah dengan penuh keikhlasan. Hal ini terjadi ketika beliau melakukan hijrah bersama Nabi ke Madinah.

Beliau tidak meninggalkan sesuatu pun untuk anak-anaknya dan hal ini diketahui oleh ayahnya, Abu Quhafah. Ia adalah seorang yang bermata buta. Dengan sikap Abu Bakar tersebut, ia marah besar. Kemudian ia menemui salah seorang anak Abu Bakar. Setelah mengetuk pintu dan membukanya, ia bertemu dengan Asma binti Abu Bakar. Padanya, ia tumpahkan kekesalannya yang disebabkan ulah ayahnya, yang tidak meninggalkan harta sedikit pun untuk anak-anaknya demi mengikuti Islam.

Asma ingin meredakan kemarahan kakeknya dan menjadikannya rela dengan apa yang dikerjakan ayahnya. Ia berdiri dan mengambil kerikil-kerikil kecil yang ada di sekitar rumahya kemudian ia bawa kerikil kecil itu kepada kakeknya dan menaruhnya di tempat Abu Bakar menyimpan hartanya. Asma menutupinya dengan kain dan meletakkan wadah tersebut di telapak tangan kakeknya sembari berkata,“Sekarang letakkanlah tanganmu ke tempat harta ini, wahai kakekku!”

Ketika ia meletakkan tangannya di atas wadah tersebut ia menyangka bahwa batu-batu kerikil tersebut adalah harta simpanan anaknya. Ia berkata, “Bila memang ia telah meninggalkannya harta ini, maka tidaklah mengapa.”

Dengan trik Asma ini, Abu Quhafah merasa tenang dan tentram serta hilang kemarahannya.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Diambil dari Adzkiya Ash-Shahabah karya Ahmad Muhammad Hasan, et all diterjemahkan Tahrudin Salam dkk dengan judul “Hikayat Orang-Orang Cerdik”, Januari 2005 penerbit Arafah:Solo.

The post Kerikil Peredam Murka appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Kerikil Peredam Murka"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close