Kemendag: Beras Impor Paling Lambat Sampai Akhir Februari

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri melalui Bulog akan melanjutkan keputusan untuk mengimpor beras ke Indonesia. Setidaknya, paling lambat beras akan sampai di Indonesia pada akhir Februari.

Menurut Direktur Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan proses ekspor beras ke Indonesia memerlukan waktu paling cepat 10 hingga 15 hari melalui jalur laut. Terhitung setelah penerbitan surat kredit kepada eksportir.

“Itu perkiraan dari pengalaman saat impor yang dilakukan Bulog pada 2015. Setidaknya paling lambat beras akan sampai pada akhir Februari,” kata Djarot dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (18/01/2018).

Dia menyebut proses ekspor nantinya akan melalui sejumlah tahapan; mulai dari pengumpulan beras, proses muat ke kapal hingga perjalanan menuju Indonesia.

“Kemungkinan kalau lancar semuanya butuh waktu sekitar 10 sampai 15 hari. Sebab tidak mungkin seluruh kapal eksportir itu bebarengan masuk ke pelabuhan,” ujarnya.

Pada Rabu (17/01/2018) malam, Bulog telah menutup proses pendaftaran bagi pengekspor beras jenis umum dari sejumlah negara. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi calon eksportir satu hari setelahnya. Pihaknya menargetkan pada Jumat akan langsung dilakukan prosesi lelang atau negosiasi harga.

“Yang akan kami seleksi apakah betul perusahaan yang mendaftar lelang itu bagus, bagaimana profil perusahaan dan performa ekspornya. Peserta lelang juga akan memberikan indikator harga yang bisa dia kirim dari sana. Kemudian baru kita lakukan bidding (penawaran),” ujarnya.

Setelah negosiasi harga, lanjut Djarot, baru dilakukan penandatanganan kontrak dengan pengekspor beras pada hari Senin. Soal negara pengekspor, ia mengaku tidak bisa memastikannya. Pasalnya para negara pengekspor akan ditentukan usai lelang dan kontrak.

“Setidaknya dari 21 perusahaan yang mendaftar, 11 perusahaan ditetapkan lolos. Perusahaan tersebut berasal dari empat negara produsen beras yaitu, Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan,” katanya.

Usai penetapan tersebut akan dilakukan tawar menawar harga. Bila telah terjadi kesepakatan, Djarot mengatakan hari Senin sudah bisa keluar letter of credits (surat kredit).

“Sekarang hanya tersisa 1,5 bulan lagi. Berapa ton beras yang bisa kita masukan hingga akhir Februari? Kami akan berusaha maksimal, karena saat ini juga masih dalam proses,” ungkapnya.

Dia menyebut jika satu kapal mampu mengangkut 20.000 ton, maka akan membutuhkan 25 kapal untuk masuk di Indonesia. Proses ini, kata dia, membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Dana impor memang dari internal Bulog. Setelah beras impor sampai, tidak tertutup kemungkinan dana tersebut diganti oleh pemerintah dengan dana cadangan beras pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan masa panen raya padi dimulai Februari 2018. Sedangkan produksi padi akan mencapai puncaknya pada Maret 2018. Menurut sejumlah pengamat, keputusan impor akan merugikan petani karena bertepatan dengan panen raya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

The post Kemendag: Beras Impor Paling Lambat Sampai Akhir Februari appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Kemendag: Beras Impor Paling Lambat Sampai Akhir Februari"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close