Keluarga Besar HMI, Masjid dan Subuh Berjamaah

Oleh: Sujana Sulaeman

Pada saat ini diperkirakan ada 2.500.000 alumni dan anggota HMI di seluruh dunia. Sebagian besar bermukim di Indonesia. Bersama dengan keluarga intinya, maka jumlahnya menjadi 10.000.000 orang. Suatu jumlah yg sesungguhnya tdk besar dibandingkan dengan 250 juta lebih penduduk Indonesia. Prosentasinya sekitar 4% saja.

Sekalipun hanya 4%, Keluarga Besar HMI (KB HMI) termasuk kelompok masyarakat dengan pendidikan tinggi yg baik dan terbaik. Dapat dipastikan semuanya sarjana. Sebagian kecil menjadi Doktor dan Profesor. Mereka berasal dari hampir seluruh bidang keilmuan yg ada.

Karena mereka adalah para sarjana, maka dalam masyarakat Indonesia, mereka adalah kelompok elit dlm pendidikan. Dari sisi sosial dan ekonomi, mereka juga termasuk kelompok menengah menengah dan menengah atas. Dalam bidang politik sebagian kecil menjadi elit dan super elit. Posisi tertinggi sebagai Ketua dan Wakil Ketua Lembaga Tinggi negara telah disandang sejumlah alumni HMI.

Dalam hal agama, dapat dikatakan seluruh Keluarga Besar HMI beragama Islam. Artinya setiap hari mereka akan secara terus menerus melakukan ibadah formalnya yaitu shalat wajib 5 (lima) waktu sehari semalam.

Dari kelima waktu shalat yg tantangan dan godaannya paling besar adalah Shalat Subuh. Lebih khusus Shalat Subuh Berjamaah di masjid. Perihal kewajiban dan manfaat langsung maupun tdk langsung ttg Shalat Subuh Berjamaah di Masjid, sdh banyak sekali dibahas dan diuraikan oleh para ulama. Dengan demikian kita dapat membacanya kembali.

Bagi mereka yg pernah melaksanakan haji dan umroh tentu akan selalu terkenang dengan suasana shalat berjamaah di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Hampir semua orang akan berusaha keras untuk hadir di setiap waktu shalat di kedua masjid tsb. Semangat ini layak untuk dipertahankan dan dilanjutkan di tanah air tercinta maupun di tempat2 lain. Tentu akan semakin baik bagi kita apabila semangat tsb dapat ditularkan kepada keluarga dekat kita dan masyarakat sekitar kita.

Bagi yg belum melaksanakan haji dan umroh, shalat berjamaah di masjid dapat dijadikan sarana untuk mempersiapkan diri dan memantaskan diri kita untuk dipanggil oleh Allah SWT ke Baitullah. Berhaji dan berumroh bukan soal mampu secara ekonomi atau tidak. Dia adalah kombinasi antara ikhtiar, doa dan perkenan Allah SWT.

Karena kewajiban dan manfaatnya yg luar biasa besar, maka selayaknya Shalat Subuh berjamaah di masjid masuk di dalam agenda harian seluruh Keluarga Besar HMI. Apabila hal ini bisa dilakukan, terbayanglah betapa makmur2nya masjid2 di sekitar kediaman KB HMI. Mereka dapat menjadi pelopor dan pemberi inspirasi kepada masyarakat sekitarnya untuk melakukan shalat Subuh Berjamaah di masjid. Masjid2 akan penuh dengan Jamaah. Subhanallah...
Allahu Akbar.

Mari, dengan niat yg tulus untuk semata-mata hanya mencari ridha Allah SWT, kita melangkah ke depan, kita jadikan KB HMI menjadi salah satu pelopor gerakan Shalat Subuh Berjamaah di masjid. Kita menyatu dan bersama-sama dengan umat Islam lainnya saling dorong, saling dukung mendukung memperluas dan memperbesar gerakan ini sampai semua umat Islam memiliki tradisi yg sama, yaitu Shalat Subuh Berjamaah di masjid.

Untuk menguatkan, memperluas dan memperdalam silaturahmi sesama Keluarga Besar HMI, sebulan sekali atau 2 bulan sekali, kita dapat mengadakan acara Shalat Subuh Berjamaah di masjid2 besar di kota kita masing2.

Semoga gerakan ini akan menjadi wajah baru yg lebih baik bagi KB HMI.
Kalau sebelumnya di kalangan KB HMI ada motto berteman lebih dari saudara, barangkali kita akan punya motto baru : berteman dan bersaudara sampai di surga.

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/keluarga-besar-hmi-masjid-dan-subuh-berjamaah
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Keluarga Besar HMI, Masjid dan Subuh Berjamaah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close