JPU Tuntut Jonru dengan Dakwaan Alternatif

KIBLAT.NET, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum sidang kasus pegiat Media Sosial Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru, Ahmad Muchlis mengungkapkan bahwa dakwaan yang disusun Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Timur adalah dakwaan alternatif.

Menurut penjelasan hukum di Wikipedia, di dalam dakwaan ini terdapat beberapa dakwaan yang disusun secara berlapis, lapisan yang satu merupakan alternatif dan bersifat mengecualikan dakwaan pada lapisan lainnya. Bentuk dakwaan ini digunakan bila belum didapat kepastian tentang Tindak Pidana mana yang paling tepat dapat dibuktikan.

“Dakwaannya disusun secara alternatif. Jadi alternatif pertama pasal 28 ayat 2 dan juga junto 45 a. Dakwaan kedua pasal 4 huruf D undang-undang anti diskriminasi. Yang ketiga pasal 16 KUHP. Contohnya 64 ayat 1. Jadi perbuatannya itu dilakukan secara berlanjut oleh terdakwa,” ungkap Ahmad Muchlis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur usai sidang perdana Jonru, Senin (08/01/2018).

Ia menjelaskan yang dimaksud dengan pasal Alternatif, diantara beberapa dakwaan yang disusun JPU, yang akan dibuktikan di dalam persidangan adalah yang paling terbukti.

“karena ini perbuatannya hampir sama, kan kita nanti menentukan pasal yang paling terbukti di mana. Jadi kita jerat satu perbuatan ini. Kita yakin, ada yang terbukti. Dakwaan yang pertamanya dulu, kan gitu. Dakwaan pertama kita buktikan, apabila dakwaan pertama sudah terbukti, ngapain harus membuktikan dakwaan kedua atau berikutnya. Dakwaan alternatif seperti itu kan,” ungkapnya.

Hanya saja, jika dakwaan yang pertama tidak terbukti, maka akan membuktikan dakwaan kedua, dan ketiga.

Dakwaan Alternatif sendiri disebut Pengacara Jonru, sebagai bukti ketidakpastian JPU dalam mendakwa Jonru.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

The post JPU Tuntut Jonru dengan Dakwaan Alternatif appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "JPU Tuntut Jonru dengan Dakwaan Alternatif"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close