Indonesia Menuju Perubahan

Oleh: Asp Andy S

Mengikuti pemikiran dan perkembangan kegiatannya, kelihatannya Hariman Siregar, tokoh Malari dkk ingin mempelopori perubahan. Sekalipun thema yang diangkat sudah umum diketahui seperti kesenjangan, pembangunan untuk siapa?. Mengkritisi hasil reformasi selama ini.

Hariman Siregar dikenal berhaluan ideologi nasionalis-sosialis. Seorang yang konsisten pemberani dan tidak takut dengan resiko.

Sejarah perubahan di Indonesia punya ciri khas. Ideologi dan kepemimpinan yang menentukan. Perjuangan menuju kemerdekaan RI, memang ideologi nasionalis sangat menonjol yang diusung oleh Bungkarno dkk. Namun semangat jihat dari Pemimpin Islam lebih dahulu telah membangkitkan perlawanan melawan penjajahan hingga tercapai kemerdekaan RI 1945.

Momentum perubahan pada tahun 1965 ketika terjadi pemberontakan PKI yang disebut G30 S/PKI/1965. Penumpasan PKI dipopori oleh ABRI (Angkatan Darat). Tetapi peristiwa itu menimbulkan gerakan politik yang luar biasa menjadi titik awal sejarah kebangkitan era baru yang disebut Orba (Orde Baru). Mahasiswa mengambil peran yang sangat penting yang menunjukkan people power. Aliansi gerakan mahasiswa sangat luas dan heterogen; Tidak dimonopoli oleh satu kelompok tapi mereka berasal dari berbagai ormas nasionalis dan keagamaan. Mereka mengajukan tuntutan (Tritura) yaitu : Bubarkan PKI , turunkan harga pangan, adili tokoh-tokoh yang terlibat PKI. Situasi ekonomi ketika itu sangat sulit krn inflasi sangat tinggi. Hingga akhirnya Orba sukses berdiri dengan terpilihnya Soeharto sebagai Presiden.

Pada tahun 1974 Hariman Siregar dkk turun kejalan melibatkan mahasiswa dalam jumlah yang sangat besar, terbesar sesudah 1966 menentang hegemoni Jepang atas ekonomi Indonesia. Muka Pemerintah Orba sangat tercoreng dengan peristiwa ini. Pemerihtah menyebut peristiwa ini sebagai Malari (Malapetaka RI). Hariman Siregar diadili dan masuk penjara. Tetapi kemudian beberapa tokoh Malari masuk kedalam rezim Orba melalui KNPI dan Golkar. Perilaku politik bisa berubah-ubah. Rakyatlah yang menilai. Dari sinilah awalnya para aktivis mahasiswa berorientasi pada kekuasaan. Sikap kritis mahasiswa mulai mengendur/pudar. Keinginan membuat perubahan pun tidak lagi menarik.

Perubahan terakhir terjadi 1998 yang disebut dengan "Reformasi". Berawal dari kesulitan ekonomi, nilai rupiah anjlok drastis, harga barang2 melunjak naik. Ditenggarai pihak asing memainkan uang dollar.

Tetapi fenomena ekonomi itu sebelummnya telah di dahului gerakan anti pemerintah yang dipelopori oleh PDI (P). Campur tangan pemerintah pada internal kepemimpinan partai memicu protes yang sangat keras yang disebut "Peristiwa Jalan Diponegoro". Juga adanya penangkapan/penculikan sejumlah aktivis nasionalis -yang tidak jelas nasibnya turut menimbulkan keresahan dalam masyarakat dan menurunkan simpatik mahasiswa dan rakyat pada pemerintah. Ditenggarai pihak asing ingin mengganti Pemerintah karena banyak melakukan pelanggaran HAM termasuk di Tim-Tim. Namun pemerintah masih mampu mengendalikan situasi.

Tetapi ketika harga rupiah anjlok sangat dalam, menimbulkan krisis ekonomi yang hebat. Dimana-mana dipusat perbelanjaan terjadi pembakaran dan perampokan. Mahasiswa dan rakyat berduyun-duyun turun kejalan. Aliansi mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR. Aliansi mahasiswa sangat luas sama seperti tahun 1966. Juga aliansi masyarakat sangat plural, terlihat dari para tokoh yang tampil yaitu Ibu Megawati , pak Amien Rais, pak Abdul Rahman Wahid dan pak Sri Sultan (Jogya).Saat itu Pemerintahan dinilai gagal mengendalikan situasi. Akhirnya Presiden Suharto mengundurkan diri dengan menyerahkan mandat kepada Wapres Habibie. Tetapi pertanggungan jawab Habibie ditolak MPR maka tamatlah riwayat Orba dan mulailah bangkit Reformasi.

Reformasi berhasil membangun sistem politik baru, mereformasi lembaga-lembaga kenegaraan. Tetapi dari sisi ekonomi tidak jauh beda dgn Orba yang berbau neo-liberal.

Apa mungkin perubahan bisa terjadi sekarang ini?.
Mungkinkah perubahan terjadi tanpa mengganti Perintah?.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan :

1. Posisi pemerintah sekarang ini cukup kuat. Di didukung aliansi reformasi yang terdiri : Nasionalis, sekuler, liberal dan Islam. Bahkan kiri radikal juga dibelakang pemerintah. Meyoritas anggota DPR mendukung Pemerintah.

2. Apakah dalam waktu singkat akan ada kesulitan ekonomi yang siknifikan sebagai pemicu perubahan seperti perubahan-perubaham di masa lalu?

3. Apakah Hariman Siregar mampu membangkitkan aliansi kemasyarakatan dan politik yang luas untuk melakukan perubahan?.Mengingat kekuatan-kekuatan ideologis yang mendukung pemerintah.

4. Bagaimana peranan pihak asing?. Dua perubahan besar masa lalu (1966 dan 1998) tidak lepas dari campur tangan asing. Pihak asing cenderung pada pemerintahan yang bisa dikendalikan dari luar.

5. Subtansi perubahan apa yang ingin diwujudkan. Jangan seperti reformasi mampu merubah kulit dan kerangkanya, tapi isinya nyaris sama saja, bahkan terkesan lebih buruk dari Orba.

Silahkan melangkah untuk perubahan. Jangan lupa merubah diri sendiri dulu sebelum ingin merubah orang lain.

Salam

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/indonesia-menuju-perubahan
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Indonesia Menuju Perubahan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close