Fitrah Manusia Sebelum Diciptakan Berikrar kepada Allah

SUKOHARJO (Panjimas.com) – Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Soloraya, Ustadz Mas’ud Izzul Mujahid menerangkan fitrah awal manusia sebelum diciptakan adalah beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

“Hari ini pak, banyak orang menaati pejabat, tetapi lupa taat kepada Allah. Saya kawatir ini menjadi ciri penduduk Neraka. Karena ketika di dunia menempatkan Allah tidak sebagaimana layaknya,” katanya dihadapan jamaah Masjid Al Fatah, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Kamis (11/1/2018).

Pimpinan Redaksi Majalah An Najah itu mengatakan, bahwa dakwah awal para Nabi adalah menempatkan Allah yang maha tinggi.

“Maka ketika manusia diberi rezeki, dijamin kehidupannya kemudian manusia diuji dengan kesusahan, dia larinya kepada dukun. Maka wajar jika Allah murka,” katanya.

Ustadz Mas’ud menjelaskan fitrah manusia sejak dahulu fitrahnya bertauhid. Sebelum manusia diciptakan bentuk tauhid yang lurus adalah manusia berikrar kepada Allah Subhanahu wata’ala.

“Jadi sebelum Adam diciptakan kita semua, kakek nenek kita, cucu kita nanti, dalam bentuk arwah disumpah oleh Allah. Maka kita lupa dengan ikrar itu, maka Allah utus para Nabi untuk mengingatkan. Setiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah, fitrah disini adalah bertauhid,” tandasnya.

“Lalu syaiton datang kepada mereka mengajak menjauhkan manusia dari agama Allah. Syaiton menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan yang dihalalkan Allah,” pungkas Ustadz Mas’ud. [SY]
From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Fitrah Manusia Sebelum Diciptakan Berikrar kepada Allah"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close