Didakwa Pasal UU ITE, Jonru Ajukan Eksepsi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pegiat Media Sosial, Jonriah Ukur Ginting alias Jonru menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (08/01/2018). Setelah pekan lalu, sidang sempat ditunda.

JPU yang berjumlah empat orang secara bergantian membacakan dakwaan kepada Jonru yang ditemani 18 penasehat hukum. Setelah selesai, tim kuasa hukumnya meminta sidang ditunda guna mempersiapkan eksepsi Jonru.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Antonius Simbolon pun menyetujui permohonan tersebut dan menyatakan sidang diskors hingga pekan depan.

“Melakukan perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Muchlis saat membacakan dakwaan atas Jonru.

Dalam kasusnya, JPU mendakwa Jonru dengan tiga pasal. Pertama, Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dakwaan kedua untuk Jonru adalah Pasal 4 huruf b angka 1 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dakwaan ketiga adalah Pasal 156 KUHP.

Ketiga dakwaan tersebut terkait unggahan Jonru di fanspage Facebooknya sejak Juli hingga Agustus 2017. Jonru dinilai menyebarkan ujaran kebencian lewat unggahan-unggahan selama periode tersebut.

Salah-satu postingan Jonru yang diperkarakan berbunyi, “Yang menjajah Indonesia semuanya Non Muslim. Yang melawan penjajah mayoritas Muslim. Kok ente bencinya sama Muslim jangan-jangan ente emang antek-antek penjajah. Sebab penjajah dulu hobi banget menuduh umat Islam sebagai ekstrimis sama seperti ente sekarang yang menuduh umat Islam sebagai teroris radikal dan anti NKRI. Kok bisa ya, antek-antek penjajah menuduh anti NKRI kepada para pejuang Indonesia?”

Postingan lainnya yang juga dipermasalahkan JPU adalah, “NU (Nadhlatul Ulama) telah menerima uang 1,5 trilyun yang dikaitkan dengan pembubaran HTI”. Ada juga, “Skakmat untuk orang-orang Syiah dan munafik ya, Syiah bukan Islam. Mereka cuma ngaku-ngaku Islam. Jika Syiah emang baik dan benar, harusnya mereka bangga dong sebagai orang Syiah gak perlu taqiyyah, betul?”

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Didakwa Pasal UU ITE, Jonru Ajukan Eksepsi appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Didakwa Pasal UU ITE, Jonru Ajukan Eksepsi"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close