Catatan Lain Setelah Gempa Banten

Gempa di Banteng dicatat BMKG terjadi pukul 13.34

Saya termasuk orang yg percaya bahwa peristiwa Alam sudah kehendak Sang Pencipta. Iseng2 saya membuka Quran surah 13… Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Ar-Ra’dyang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Karena nama dan keterangan surah ini menarik hati saya terkait gempa Banten apalagi mengingat kehidupan negeri ini yang semakin menjauh dari keadilan wong cilik… maka menarik hati saya untuk lalu mencari ayat 34.

Lalu saya cari terjemahannya dari ayat 32-34:

Bahwasanya telah dicemooh, beberapa Rasul sebelum dirimu, sehingga Aku beri penangguhan terhadap orang-orang kafir itu kemudian Aku tumpas orang-orang itu, Alangkah pedih HantamanKu!
Maka bukankah Tuhan yang mempertahankan setiap jiwa terhadap hal-hal yang diperbuatnya? akan tetapi orang-orang itu justru menghendaki sekutu-sekutu terhadap Allah, Katakanlah: “Sebutkan siapakah mereka itu, ataukah kalian hendak menjelaskan kepada Dia mengenai hal yang tidak Dia ketahui di bumi? ataukah kamu mengatakan sekadar untuk menampak-nampakkan, yang sebenarnya orang-orang kafir terbuai oleh rencana mereka sendiri serta mereka terhalangi terhadap Ketentuan, ketahuilah bahwa barangsiapa yang diliarkan Allah maka tiada satupun yang dapat menjadi pembimbing, Azab menimpa orang-orang itu dalam kehidupan dunia, bahwa sungguh Azab Akhirat merupakan lebih mengerikan, sehingga tiada suatu pelindung pun untuk mereka terhadap Allah. (Ayat:32-34)
Saya berpikir lagi… apakah ada peristiwa sebelumnya seperti gempa di tempat lain yang berhubungan waktu kejadian dan surah di Quran.

Gempa susulan di Padang pukul 17.58 WIB. Ternyata dalam kitab suci Alquran, surat 17 (Al Israa’) ayat 58 tertuilis bahwa: “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)”. Sedangkan gempa bumi di Jambi yang terjadi tanggal 1 Oktober 2009 pukul 08.52 WIB. Surat 8 (Al Anfaal) ayat 52 : “(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya”. Hanya Allah yang tahu

Saya percaya Quran bukan buku petunjuk BMKG. Maka saya mencari hubungan Quran dan Sains.

Alquran dan sains tidak bisa dipisahkan saat ditemukan fenomena yang terjadi di alam semesta. Tidak hanya terkait penciptaan alam semesta, Alquran juga menjelaskan Bumi beserta isinya, termasuk fenomena gunung api dan gempa Bumi.

“Dan telah Kami jadikan di Bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di Bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk,” bunyi Surah Al-Anbiya Ayat 31.

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman bahwa gunung yang ada di Bumi berperan sebagai penstabil agar Bumi tidak guncang. “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,” bunyi Surah An Nahl Ayat 15.

Menurut hasil survei geologi, di daerah pegunungan lebih banyak terjadi gempa Bumi, baik gempa Bumi vulkanik maupun gempa bumi tektonik. Penyebab gempa Bumi ialah karena banyaknya gunung-gunung berapi yang masih aktif seperti di pulau Sumatera dan Jawa.

Bukti sains menunjukkan bahwa lapisan bumi mengandung 20 padatan, yaitu lapisan Litosfir (kedalaman sekira 100 km), lapisan kerak dan selubung (ketebalan 500 hingga 1.000 km), dan 80 persen sisanya adalah air dan magma yang panas.

Lapisan padat atau lapisan teratas Bumi bagaikan lempengan tipis yang terapung di atas lapisan magma. Sehingga, lempeng ini akan selalu bergerak dan mengalami berbagai tekanan menghasilkan tabrakan, patahan, getaran maupun guncangan.

Meskipun patahan hanya beberapa sentimeter saja, akan dapat menghasilkan getaran hebat dipermukaan Bumi.

Gunung berapi seperti tiang yang dipancangkan dengan dasar yang sangat kokoh menjulang ke dasar Bumi. Dengan kokohnya kedudukan gunung ini, sehingga sebesar apapun sungai yang ada tidak mungkin sanggup menggesar gunung agar bergeser ke laut.

“Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak mengetahui,” bunyi Surah An-Naml Ayat 61.

Tetapi kita harus percaya bahwa melalui sains dan alam, Allah menunjukkan hukum-hukumnya bagi manusia.

Peringatan Allah ta’ala di berbagai negara termasuk di negara kita sudah berulangkali kali tersiar dan kita dengar, namun sedikit dari kita yang mau mengambil pelajaran dan merubah keadaan.

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم
“Dan terkadang Allah subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepadaNya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapanNya” (Miftah Daris Sa’adah 1/221)
Hendaklah kita bisa mengambil peringatan ini, mulai dari diri kita, kita ingatkan diri kita dengan bertaubat dari segala dosa dan kita ingatkan keluarga kita, kemudian kita ingatkan orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasehati diantara kita.[***]

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/catatan-lain-setelah-gempa-banten
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Catatan Lain Setelah Gempa Banten"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close