Catatan Felix Siauw Terkait Tangis Politikus

JAKARTA, (Panjimas.com) – Ramainya berita tentang tangis para pemuncak partai, merasa jadi korban kekejaman politik, salah satu bintangnya tenggelam oleh kasus semisal mesum rupanya mengundang perhatian publik, salah satunya adalah Ustad Felix Siauw pun menyampaikan pendapatnya.

Disampaiakan dalam kesempatan tertulis, Ustad Felix Siauw memberikan komentarnya soal permasalahan yang sedang ramai tersebut yang diterima oleh Panjimas, tulisan itu diterima redaksi pada hari Selasa (9/1/2018).

“Sambil menghapus airmata, mereka tegaskan ini fitnah sebab politik, dijegal menjelang pemilihan, pembunuhan karakter, dan segala pembelaan lainnya nan dramatis,” kata ustadz Felix.

Tapi publik bergeming, umat tahu siapa mereka, rekam jejaknya, apalagi gambar sudah terlanjur menyebar, bukti sedemikian kuat untuk diabaikan, terang dan jelas.

“Mereka lupa bahwa umat masih ingat, partai mana yang paling getol kriminalisasi ulama, menstigma buruk agama Islam, bahkan menganggap agama sebagai ideologi tertutup yang berbahaya,” tutur ustd Felix Siauw.

Umat tidak tuli dan selalu mendengar ocehan para pendukung  mereka, dan bagaimana mereka selalu jadikan Islam sebagai olok-olokan, mulai politisi sampai pelawak-pelawak bayaran.

“Umat tidak buta dan melihat siapa di balik penista agama, siapa yang mendukung penista agama, siapa yang mendukung aktivis kaum Nabi Luth, yang keras permusuhannya pada ummat,” ujar ustd Felix lagi.

Mereka merasa dizalimi, lupa bahwa siapa yang selama ini selalu menuduh dan memfitnah ulama, memonsterisasi bendera tauhid, dan memberangus ormas Islam.

Kekuasaan yang terancam, mereka tangisi, tapi dakwah Islam yang mereka hambat, mereka tertawa. Inilah bentuk-bentuk kezaliman yang sangat-sangat lucu.

“Yang lebih aneh lagi, perlakuan dari pihak berwenang yang sangat berbeda, misalnya dengan kasus fake chat mesum. Bila urusannya dengan ulama, super cepat prosesnya,” beber Ustad Felix.

“Bukti jelas, semua terang, tapi beda penyikapannya. Kalau begini, lalu bagaimana cara umat percaya bahwa hukum itu tidak pilah-pilih ? Bahwa ada keadilan di negeri ini ? Sambil setengah bertanya ustd Felix.

“Umat sedang bangkit dari tidurnya yang lama. Mereka saat ini mulai sadar, melihat, mendengar dan merasa. Yang paling penting adalah sekarang umat itu merindukan Islam, dan semakin mencintai Ulama, InsyaAllah,” pungkasnya. [ES]

 


From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Catatan Felix Siauw Terkait Tangis Politikus"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close