Al-Islah Yaman Bantah Berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemimpin Al-Islah Yaman, Mohammed al-Yadumi mengungkapkan posisinya terkait krisis yang terjadi di negaranya. Al-Yadumi menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil koalisi Arab Saudi.

“Partai tersebut sangat menghargai dukungan Koalisi Arab yang diberikan oleh Kerajaan Saudi dan UEA kepada pemerintah yang diakui secara internasional dan rakyat Yaman,” katanya, seperti dikutip Asharq Al-Awsat pada Ahad (07/01/2018).

Al-Yadumi lalu menunjukkan pertemuan baru-baru ini antara petinggi partai dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed. Ia mengatakan pertemuan itu mengarah pada hal yang positif.

Al-Yadumi kemudian menekankan bahwa partainya adalah partai politik nasional dengan pendekatan reformis, seperti namanya. “Tidak ada hubungan organisasi atau politik dengan organisasi internasional Ikhwanul Muslimin,” kata dia.

Lebih lanjut, Al-Yadumi menyinggung peran milisi Hutsi yang membuat Yaman lepas dari identitas Arabnya dan menyebutnya sebagai tangan panjang Iran di Yaman.

“Iran berusaha menguasai Yaman sehingga bisa mengakses negara-negara lain yang dianggapnya sebagai musuh utama, menciptakan sumber gangguan terhadap keamanan dan stabilitas Teluk dan internasional,” kata dia.

Pemimpin politik sayap kanan ini menyambut baik partai Kongres Rakyat pimpinan Ali Abdullah Saleh untuk kembali kepada kehidupan politik Yaman, asalkan mematuhi legitimasi konstitusional.

Dia juga mendesak Kongres untuk mengatasi perbedaan dan fokus pada pembebasan Yaman. “Hari ini, Yaman tidak dapat mentolerir pertempuran sisi manapun yang bisa dimanfaatkan oleh para pemberontak untuk memperpanjang konflik dan penderitaan rakyat,” kata Al-Yadumi.

Sebagai partai politik, kata dia, Al-Islah tidak absen dari upaya memobilisasi opini publik nasional untuk mendukung legitimasi pemerintah dan berusaha melawan kudeta dengan segala cara.

“Ini adalah posisi politik kita yang permanen dan kokoh sejak awal pertempuran,” kata Al-Yadumi.

“Selain posisi politik yang kuat dan jelas ini, Al-Islah telah terlibat dalam perlawanan rakyat pro-pemerintah dan untuk mendukung tentara nasional,” pungkasnya.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

The post Al-Islah Yaman Bantah Berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Al-Islah Yaman Bantah Berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close