Ada Yang Perlu Diketahui Soal Pilgub 2018: Latar Belakang Calon Kandidat Dan Peta Koalisi

KONFRONTASI -  Ratusan figur telah mendeklarasikan niat untuk bertarung merebut kursi kepala daerah, meski belum semuanya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Di setiap 17 provinsi yang akan menggelar pilkada telah muncul lebih dari satu pasangan calon kandidat. Angka ini dapat berubah jika terdapat calon yang batal mendaftarkan diri atau dinyatakan KPUD tidak memenuhi syarat.

 

Pilgub Jawa Barat tercatat sebagai pemilihan dengan jumlah pemilih dan calon peserta terbanyak, yakni empat pasangan calon.

Calon peserta pilgub di provinsi yang memiliki sekitar 32,7 juta pemilih tersebut adalah Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan

 

Berbeda dengan tiga pasangan lainnya, Hasanuddin dan Anton hanya diusung satu partai, yaitu PDIP. Partai berlambang kepala banteng ini tak membentuk koalisi meski kandidat mereka kalah dalam dua pilgub Jabar terakhir.

PDIP juga tidak berkoalisi dengan partai manapun dalam setidaknya tujuh pilgub lainnya, termasuk Sumatera Utara, provinsi yang gagal mereka menangkan dalam dua periode terakhir.

Selain Sumut, PDIP juga akan bertarung tanpa koalisi di pilgub Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.

Ragam koalisi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada partai selain PDIP yang mengusung calon peserta pilgub tanpa koalisi.

Ragam profesi

Jika dilihat berdasarkan profesi, maka calon peserta pilgub 2018 didominasi petahana dan mantan kepala daerah. Dari 75 figur yang telah mendeklarasikan diri, 50 orang atau 66% di antara mereka pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah.

Dalam catatan BBC Indonesia, lima calon peserta pilgub 2018 merupakan anggota DPR sementara tujuh figur kandidat peserta pilgub merupakan profesional, baik pengusaha, akademisi, maupun pimpinan perusahaan.

Dua profesi lain yang meramaikan pilgub 2018 adalah tentara dan polisi dengan dua purnawirawan TNI berpangkat mayor jenderal akan maju ke pilgub Jabar, yakni TB Hasanuddin dan Sudrajat.

Sementara satu tentara lainnya adalah Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dari TNI karena akan mencalonkan diri ke pilgub

Sumut.

Tiga polisi yang akan mendaftarkan diri ke KPUD berstatus perwira tinggi aktif, yaitu Anton Charliyan, Murad Ismail (Maluku Utara), dan Safaruddin (Kalimantan Timur).

 

Anggota KPU Hasyim Asyari mengatakan, perwira TNI dan Polri yang hendak mendaftarkan diri menjadi peserta pilkada harus menyertakan surat pengunduran diri dari institusi mereka.

"Kalau tidak terpenuhi, semuanya berarti dianggap tidak memenuhi syarat. Konsekuensinya, pencalonannya dibatalkan," kata Hasyim kepada pers di Jakarta, Senin (08/01).

Ragam pilkada

Di luar 17 pilgub, pemilihan kepala daerah 2018 juga akan berlangsung di 115 kabupaten dan 39 kota, yang akan berlangsung serentak pada 27 Juni.

Setelah pendaftaran ditutup 10 Januari mendatang, maka setiap KPUD di masing-masing daerah pilkada akan menyeleksi persyaratan yang dikumpulkan para calon, termasuk pemeriksaan kesehatan.

Penetapan pasangan calon kepala daerah yang lolos seleksi pendaftaran akan dilakukan pada 12 Februari dan diikuti pengundian nomor urut peserta sehari setelahnya.

 

Dua tahap usai penetapan itu adalah kampanye, disertai debat publik dan laporan audit kampanye.

Pemungutan suara dijadwalkan digelar 27 Juni 2018 dan rencananya KPUD akan menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 9 Juli.

Hasil tersebut belum final karena para peserta pemilu dapat mempersoalkannya ke Mahkamah Konstitusi, dengan sejumlah syarat, antara lain diajukan paling lama tiga hari setelah penetapan suara dengan selisih suara minimal 0,5% dibanding pemenang versi rekapitulasi KPUP.(Jft/BBC)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/ada-yang-perlu-diketahui-soal-pilgub-2018-latar-belakang-calon-kandidat-dan-peta
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Ada Yang Perlu Diketahui Soal Pilgub 2018: Latar Belakang Calon Kandidat Dan Peta Koalisi"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas