Pusdikham UHAMKA: Reklamasi Berpotensi Timbulkan Konflik

KIBLAT.NET, Jakarta – Pusat Studi dan Pendidikan Hak Asasi Manusia(Pusdikham) Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka baru saja mengadakan diskusi publik terkait proyek reklamasi. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, Pusdikham menghimbau kepada pemerintah pusat khususnya Kemenko Maritim, Luhut B Panjaitan untuk mencabut moratorium reklamasi Teluk Jakarta.

“Agar tidak melanjutkan rencana reklamasi tanpa dukungan masyarakat karena akan menimbulkan dampak sosial budaya serta berpotensi menimbulkan konflik vertikal dan horizontal,” kata Meneger Nasution selaku Direktur Pusdikham UHAMKA di aula KH. Ahmad Dahlan, UHAMKA Pasar Rebo, Kamis (30/11/2017).

Dia juga menyerukan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk tidak melanjutkan rencana proyek reklamasi Teluk Jakarta. Kecuali bila AMDAL yang benar dan mendapatkan dukungan dari warga DKI Jakarta.

“Khususnya para nelayan terdampak sesuai janji politiknya karena menyalahi logika konstitusi, hukum, ekologi, pertahanan, dan logika HAM,” ujar Maneger.

Dia juga meminta kepada pemerintah agar dapat memastikan proyek ini bersih dari bentuk kriminalisasi, intimidasi, pembungkaman terhadap para aktivis, masyarakat dan khususnya para nelayan yang menyampaikan aspirasi atas sikap mereka terhadap rencana reklamasi Teluk Jakarta. Ia juga meminta agar proyek ini dapat menghormati kepentingan nelayan yang terdampak.

“Khususnya dalam pembahasan rencana reklamasi dan mengedepankan transparansi dengan meningkatkan partisipasi publik serta membangun komunikasi yang melibatkan masyarakat dan nelayan di sekitar Teluk Jakarta,” tukasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Syafi’i Iskandar

The post Pusdikham UHAMKA: Reklamasi Berpotensi Timbulkan Konflik appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: