Pengungsi Rohingya di Bangladesh Alami Krisis Keuangan

AntiLiberalNews – Banyak pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh yang menghadapi krisis keuangan. Untuk mengurangi penderitaan tersebut, mereka pun berupaya bekerja di kamp-kamp. Beberapa dari mereka telah mendirikan usaha di zona pengungsi. Demikian lansir Arrahmah dari berbagai sumber pada Selasa (26/12).

Banyak orang Rohingya tiba di Bangladesh dengan hanya membawa bekal seadanya setelah terpaksa mengungsi akibat tindakan militer rezim Budha radikal Myanmar yang brutal dan mendadak.

Sementara kelompok bantuan kemanusiaan berjuang untuk menyediakan makanan dan tempat penampungan dasar, para pendatang baru itu berupaya mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan berjualan di zona pengungsi.

Dengan lebih dari 850.000 jiwa yang harus diberi makan di 10 kamp, beberapa bisnis makanan di daerah itu berupaya untuk memenuhi permintaan tersebut.

Banyak LSM bermitra dengan produsen makanan lokal sehingga pengungsi memiliki akses terhadap sayuran bergizi dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Akan tetapi ada juga beberapa usaha lokal Bangladesh, seperti produsen ayam, yang menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan dari konsumen yang kelaparan.

Banyak juga perusahaan milik orang Bangladesh yang membuka usaha di dalam kamp dengan mempekerjakan orang Rohingya yang dibayar setengah dari gaji normal.

Red : Wijati



from AntiLiberalNews http://www.antiliberalnews.net/2017/12/29/pengungsi-rohingya-di-bangladesh-alami-krisis-keuangan/
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Pengungsi Rohingya di Bangladesh Alami Krisis Keuangan"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close