Pangi Syarwi C: Pejabat KPK Diminta Tak Tergiur Politik Praktis

KONFRONTASI -  Terjunnya Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim ke dunia politik mendapat kritik dari sejumlah pihak. Salah satunya, datang dari Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago. Adapun Dedie dipinang Bima Arya untuk menjadi pendampingnya bertarung di Pilwakot Bogor 2018. 

"Kita tak ingin pejabat KPK coba ditarik-tarik terjun ke gelanggang politik praktis. Sama halnya dengan TNI dan Polri belakangan banyak tergiur terjun ke politik praktis," kata Pangi kepada JawaPos.com, Sabtu (30/12). 

Kendati menjadi hak Dedie terjun ke politik dengan alasan membenahi birokrasi, namun menurut dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu, akan menjadi preseden negatif ke depannya. 

"Kalau nanti jadi tren mengumpulkan modal bekerja di KPK untuk jadi kepala daerah, jelas itu problem. Memunculkan dugaan dan prasangka yang macam-macam," sebut Pangi. 

Menurut dia, hal tersebut juga dapat merusak dan menganggu citra KPK. Oleh karena itu, akan lebih baik jika para pejabat KPK tetap profesional dan tetap fokus dengan tugas dan amanahnya, yakni pemberantasan korupsi. 

"Kalau semua jadi kepala daerah, repot nanti. Siapa yang akan memberantas korupsi di saat negeri ini darurat korupsi?" pungkas Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu.

 
 

Pilkada

Ilustrasi Pilkada (Dok.JawaPos.com)  (Jft/JPNN)

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/pangi-syarwi-c-pejabat-kpk-diminta-tak-tergiur-politik-praktis
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.:

0 Response to "Pangi Syarwi C: Pejabat KPK Diminta Tak Tergiur Politik Praktis"

Post a Comment

Komentarlah dengan kata yang baik, bijak dan jelas

close