Nasihat Aiman Adz-Zhawahiri untuk Jihad Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Pemimpin Organisasi Al-Qaidah, Syaikh Aiman Adz-Dzawahiri, menyampaikan sejumlah nasihat penting untuk jihad Suriah. Nasihat itu disampaikan di sela-sela penjelasannya terkait hubungan Al-Qaidah pusat dengan Jabhah Nusrah, yang saat ini telah berganti nama Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Pengganti Usamah bin Ladin ini mengingatkan dalam pesan audio yang dirilis pekan lalu bahwa jihad Suriah adalah jihad defensif (bertahan). Para ahli fiqih menjelaskan bahwa jihad jenis ini tidak membutuhkan syarat. Semua penyerang harus dilawan semampunya bersama penduduk syam. Bahkan, kewajiban melawan ini juga berlaku terhadap orang yang tidak saleh atau tidak setuju dengan jihad.

Oleh karena itu, lanjut Adz-Dzawahiri dalam nasihatnya, jihad Suriah adalah milik seluruh umat Islam. Jihad di Syam bukan sekedar milik orang-orang Suriah, Idlib, Daraa atau Damaskus.

Syaikh jihadis kelahiran Mesir ini pun mengkritik keras orang-orang yang menangkapi mujahid dari luar Suriah karena alasan, jihad di Suriah milik warga lokal. Mereka menyebut, jelasnya, penangkapan itu demi maslahat.

Seperti diketahui, tekanan internasional yang tiada henti telah membawa anggapan pejuang asing menjadi sebab internasional menargetkan Suriah.

Ia menggambarkan bahwa semboyan (jihad Suriah hanya milik orang lokal) sebagai kebatilan. Sementara sejarah umat ini telah membuktikan bahwa jihad tidak kenal batas-batas Negara.

“Siapakah Syaikh Izzuddin bin Abdussalam? Bukankah ia seorang kelahiran Damaskus? Ia berhijrah ke Mesir dan mengobarkan perang melawan Tartar di sana. Maka kaum muslimin memenangkan peperangan di Ain Jalut. Siapakah Sulaiman Al-Halabi? Bukankah Jenderal Kleber terbunuh di Kairo? Siapakah Izzudin Al-Qassam? Bukankah ia berasal dari Jablah dari kalangan pekerja Lattakia? Ia pergi berjihad di Palestina! Siapa pula Abu Mus’ab dan Abu Khalid As-Suri?Bukankah keduanya berhijrah ke Afghanistan? Apakah seandainya Khalid bin Walid, Abu Ubaidah bin Jarrah, Nuruddin Zanki At-Turki, Shalahuddin Al-Kurdi, Qathaz Al- Qauqazi, atau Usamah bin Ladin Al-Yamani datang ke penduduk Syam, mereka akan mengatakan: Keluarlah kalian dari Syam, karena kalian bukan penduduk asli Suriah,” katanya mengingatkan.

Ia kembali menegaskan bahwa kaum muslimin adalah satu umat. Yang memiliki kekuatan harus melindungi umat Islam lain yang lemah. Umat Islam harus satu kekuatan dalam menghadapi musuh.

Terakhir, Adz-Dzawahiri mengingatkan bahwa janji dan baiat adalah perkara besar. Perkara ini tidak boleh dibuat main-main. Ia pun menyitir sejumlah ayat dalam Al-Quran yang berisi kewajiban menepati janji.

Nasihat ini disampaikannya menyusul serangkaian peristiwa yang terjadi di internal jihadis Suriah. Peristiwa itu mencapai puncaknya pada penangkapan delegasi Al-Qaidah di Suriah oleh Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS). Delegasi itu mempermasalahkan pelepasan baiat sepihak oleh Abu Bakar Al-Jaulani dan faksinya. HTS sendiri mengatakan bahwa penangkapan itu untuk menjaga persatuan barisan karena pernyataan oleh delegasi Al-Qaidah itu dianggap membahayakan persatuan.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Editor: Hunef Ibrahim

The post Nasihat Aiman Adz-Zhawahiri untuk Jihad Suriah appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: