Golkar bakal Hadapi Krisis Kepemimpinan? Ada Lingkaran Persoalan

KONFRONTASI- Para analis politik melihat Airlangga Hartarto lemah dan Idrus Marham juga payah sehingga keduanya tak akan bisa pimpin Golkar secara mandiri. Airlangga dikelilingi orang-orang kubu JK, sedangkan Idrus pragmatis dan lemah visinya. Kondisi ini membuat posisi Golkar ke  depan kian berat dan mungkin makin merosot.

Analis politik Dian Permata MPA dari Founding Fathers House melihat posisi Golkar bisa tidak karuan kalau konsolidasi internal gagal dan mengalami  problem kepemimpinan. ''Masalah kepemimpinan di Golkar sangat krusial, sedangkan secara kelembagaan Beringin sudah terbelah oleh kepentingan sempit. Golkar juga boros dan lekat dengan persoalan politik uang, itu  sudah banyak diketahui kalangan politik,'' katanya.

Pengamat Politik Zaenal Budiyono menilai Airlangga Hartarto dan Idrus Marham, dengan kelemahan masing-masing,  merupakan dua kader Golkar yang akan saling bersaing ketat memperebutkn kursi ketua umum pasca ditinggalkan Setya Novanto yang kini menjadi tahanan KPK. Maka sangat mungkin akan ada pihak ketiga kalau Golkar mau cari alternatifnya.

Adapun keduanya, lanjut Zaenal memiliki keunggulan serta kekurangan masing-masing sepanjang sepak terjang karier politiknya di Golkar dan di dalam lingkaran pemerintahan.

"Airlangga yang seorang menteri, tentu memiliki akses lebih kepada pemerintah. Dukungan Presiden Jokowi tampaknya juga akan mudah didapatkannya. Selain itu, Airlangga tidak memiliki kasus hukum," ujar Zaenal kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Lebih lanjut, keunggulan Airlangga yang perlu diperhatikan ialah keluarganya yang memiliki nama besar di Golkar dan politik nasional di masa lalu.

"Meski begitu, Airlangga relatif belum teruji dalam pergulatan politik nasional. Ia diragukan mampu mengelola partai sebesar Golkar yang berisi politisi-politisi kawakan. Disini diperlukan leadership yang kuat, khususnya dalam menjalankan conflict management," tuturnya.

Sementara itu, sosok Idrus Marham selama ini dikenal publik ssebagai salah satu dari sedikit tokoh Golkar yang kenyang pengalaman organisasi dari tingkat bawah hingga pusat.

"Idrus selalu mengedepankan loyalitas sebagai trade mark politiknya, sehingga itu bisa menjadi nilai lebihnya di mata kader Golkar. Lihat bagaimana ia setia di samping ARB (Abu Rizal Bakrie) saat Golkar terpecah. Ia juga setia mendampingi (dan membela) Novanto, bahkan ketika sang Ketum berurusan dengan KPK," paparnya.

Zaenal pun menilai Idrus memiliki jaringan yang kuat di DPD Golkar, karena kariernya di Golkar dua periode menjabat sebagai sekjen.

"Namun Idrus memiliki kekurangan, yaitu tipisnya akses ke pemerintah (meskipun ia mengklaim mendapatkan restu Presiden). Ia juga tidak memiliki logistik yang kuat sebagaimana ketum-Ketum Golkar ksebelumnya. Dua hal ini akan menjadi handycap-nya untuk merebut Golkar," pungkasnya. [rym]

Tags: 
Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/golkar-bakal-hadapi-krisis-kepemimpinan-ada-lingkaran-persoalan
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: