Wajah KAHMI Pasca Munas

Oleh : Chazali H.Situmorang
Ketum HMI Cab. Medan 1980 - 1981

Bagaimana wajah Kahmi paska Munas X yang berakhir tanggal 19 Nopember 2017 lalu dan ditutup oleh Wapres JK di Istana Maimoen. Wajahnya tidak jauh beda dengan wajah SN yang mobilnya nabrak tiang listrik pada waktu yang bersamaan dengan Munas X Kahmi. Wajah memar dan bahkan menurut pengacara SN, wajah kliennya itu benjol seperti bakpau.
Wajah MN Kahmi paska Munas X memang dirasakan ada sesuatu yang menyebabkan babak belur. Penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Prof.Lafran Pane, pembukaan Munas oleh Presiden Jokowi, dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga alumni HMI tidak serta merta menghasilkan wajah MN Kahmi menjadi mulus dan enak dipandang.

Apa yang menyebabkan wajah MN Kahmi paska Munas menjadi babak belur, karena ada 4 hal pokok yang terjadi;

Pertama; adalah kerja Pansel Pemilihan Calon Presidium yang sudah luar biasa menghasilkan 28 orang calon Presidium untuk dipilih peserta Munas sebanyak 9 orang. Pansel tidak berdaya, ketika gelombang calon Presidiium di nominasi para politisi, sehingga terasa forum Munas seperti forum Kongres Partai Politik. Berbagai jaringan dan akses yang dimiliki oleh para calon Presidium di mobilisir walapun tidak ada kaitannya dengan kepentingan Kahmi. Lihat saja berbagai poster-poster para calon dengan wajah yang segar dan penuh optimis menghiasi forum Munas. Disudut-sudut ruang hotel Santika penuh dengan kelompok-kelompok pendukung dan tim sukses membicarakan dan menawarkan slot-slot yang masih bisa diisi oleh mereka yang ingin masuk dalam paket calon yang harus isi 9 nama setiap MW dan MD Kahmi.

Kedua; berkembangnya isu politik uang, yang dilakukan beberapa calon Presidium, bahkan ada group WA yang sudah berani menyebutkan inisial nama, dan sudah di sampaikan kepada Bang Akbar Tanjung, sebelum acara penutupan Munas. Bahkan sudah diberitakan oleh DetikNews. Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam telah selesai. Munas telah berhasil memilih sembilan Presidium Majelis Nasional KAHMI.

Namun isu tak sedap mewarnai Munas X KAHMI yang berlangsung sejak Jumat (17/11) hingga Minggu (19/11). Mantan Ketua PB HMI Yayat Biaro menyebut ada praktik money politics menjelang pemilihan Presidium KAHMI.

"Saya punya bukti dan saksi, yang siap memberikan kesaksian ke dewan etik. Tadi malam proses ini akan saya tempuh untuk membingkainya di floor persidangan, namun disarankan untuk dilakukan pelaporan secara tertutup oleh senior besar," kata Yayat kepada wartawan,Minggu(19/11/2017).

Yayat mengaku setelah sampai di Jakarta, dia akan menyusun laporan disertai saksi dan bukti untuk diajukan ke Majelis Etik KAHMI. "Saya rasa money politics ini dilakukan secara masif, dengan modus sederhana, jual beli suara dengan uang recehan dan tiket pesawat untuk kepulangan," tambah Yayat.

Ketiga; dari kemarin kita disuguhi berita media TV, dimana salah seorang Presidium yang telah terpilih, dipanggil KPK sebagai saksi atas kasus e-KTP yang menyita perhatian public seminggu belakangan ini. Mudah-mudahan tidak ada masalah dan tidak sampai ikut mejadi tersangka. Walapun tidak bisa dipungkiri situasi tersebut tentu memengaruhi suasana batin para Munasirin ( peserta Munas) yang memilih Presidim yang bersangkutan.

Keempat; adanya daftar dukungan dari ratusan alumni HMI di medos (group WA) yang umumnya dari kalangan akademisi dan non politik yang menginginkan agar Siti Zuhro ( satu-satunya Forhati) yang masuk dalam 9 Presidium untuk menjadi Koordinator Presidium. Pada hal ketentuan mengatur bahwa Koordinator Presidum ditentukan dan dipilih salah satu dari dan oleh para anggota Presidum. Bagi Siti Zuhro dukungan ini memang merupakan suatu kehormatan, tetapi disisi lain dapat menimbulkan situasi yang kurang nyaman bagi beliau sendiri dalam proses pemilihan dikalangan anggota Presidium yang lain. Jika tidak dipenuhi tentu pendukung akan kecewa, tetapi jika dipenuhi ada kesan karena pengaruh kelompok penekan tertentu. Tentunya akan tergantung pada kearifan Siti Zuhro untuk menyelesaikannya.

Keempat hal yang diuraikan diatas yang menyebabkan wajah MN Kahmi tidak semulus dan indah untuk dipandang bahkan cenderung (maaf) kalau diistilahkan babak belur. Kondisi ini juga sudah terbaca oleh Wapres JK yang juga Ketua Dewan Etik MN Kashmi, yang disampaikan pada kata sambutan penutupan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku juga mendengar adanya isu politik uang dalam pemilihan Presidium KAHMI kemarin. Wapres JK pun berharap isu tersebut tidak benar. Namun jika benar harus diselesaikan dengan cara-cara etika yang baik

"Saya mendengar suara-suara agak miring dalam Munas ini mudah-mudahan itu tidak benar. Kalau pun benar harus diselesaikan juga dengan cara-cara etika yang baik. Kita tidak ingin kepemimpinan di KAHMI adalah kepemimpinan yang diburu-buru, tapi kepemimpinan yang baik," kata Wapres JK dalam sambutannya saat menutup Munas KAHMI X di Medan, Minggu
Pekan-pekan ini kita akan menunggu bahwa Dewan Etik MN Kahmi akan mulai bekerja. Mempelajari data dan fakta yang disampaikan oleh mereka-mereka yang masih punya hati nurani untuk menuntaskan kasus politik uang dan Dewan Etik tentu akan bekerja professional, karena diketuai oleh JK dengan Sekretaris Prof.Laode M.Kamaludin ( eks Ketua Pansel Calon Presidium) untuk membersihkan anggota Presidium dari politik uang dan sesuai dengan pakta integritas yang menyatakan berhenti jika ditemukan politik uang.

Kerja Dewan Etik MN Kahmi menjadi sangat penting dan menentukan untuk menampilkan wajah Kahmi yang mulus dan enak dipandang. Jika persoalan politik uang dapat diungkapkan dengan terbuka, transparan, dan Pengurus-Pengurus MW dan MD Kahmi yang menerima uang suap diberhentikan atau disuruh mengundurkan diri sebagai Pengurus.

Hal yang terbaik.
Ada alternative terbaik, selain dari langkah organisatoris yang ditempuh oleh Dewan Etik. Disarankan kepada anggota Presidum yang menggunakan praktek politik uang untuk mendapat dukungan suara dari MW dan MD Kahmi, untuk MENGUNDURKAN DIRI dengan berbagai alasan, apapun alasan yang indah terserah yang bersangkutan.
Bagi para alumni HMI yang memberikan dukungan kepada salah satu anggota Presidum melalui media social untuk menjadi Koordinator Presidium MN Kahmi tidak usah dilanjutkan. Karena akan mengundang kelompok alumni HMi yang lain yang mendukung figure lain. Dan jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kondisi yang tidak kondusif. Serahkan saja pada mekanimse pemilihan yang ada, agar proses komunikasi para anggota Presidum berjalan lancar, tanpa beban, terbuka dan penuh keakraban. Sebab prinsipnya mereka adalah The Dream Team MN Kahmi kedepan.

Dengan semangat keteladanan Prof.Lafran Pane yang telah diakui Negara dengan Gelar Pahlawan Nasional, janganlah dicederai oleh para mereka para alumni HMI yang mengaku sangat mencintai dan menghormati atas keteladanan Prof.Lafran Pane. Jadilah kita Alumni HMI yang BERMARTABAT.

Tags: 
Category: 


from Opini http://www.konfrontasi.com/content/opini/wajah-kahmi-pasca-munas
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: