Wadoh, Mangkir Lagi dari Panggilan KPK, Setya Novanto ‘Ngabur’ ke NTT

KONFRONTASI -  Ketua DPR RI Setya Novanto kembali mangkir untuk ketiga kalinya dalam pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/11).

Novanto sedianya dipanggil untuk pemeriksaan saksi untuk tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik, Anang Sugiana Sudiharja.

Bersamaan ketidakhadiran Novanto hari ini, KPK juga menerima surat dari DPR disampaikan alasan ketidakhadiran karena hak imunitas anggota DPR.
Baca Juga :  Komnas Ham: Bentrok TNI-Polri Dipicu Tak Transparannya Polisi

Namun, di saat mangkir dari panggilan KPK, Novanto diketahui justru tengah bersafari ke daerah pemilihannya (Dapil) di wilayah Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan rilis pemberitaan DPR yang diterima Republika pada Senin (13/11) pagi disebutkan bahwa, Novanto tengah mengunjungi Panti Asuhan Sonaf Maneka di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga :  HUT RI ke-70, Pemerintah Diminta Gratiskan Tol dan Kereta Api

Dalam kunjungannya kali ini, Novanto datang ditemani Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI/Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, dan Staff Khusus Ketua DPR RI Nurul Arifin.

Novanto diketahui juga tengah merayakan hari jadinya yang jatuh pada Minggu, (12/11) kemarin bersama 138 anak-anak panti asuhan tesebut.Seperti diketahui, Jumat, (10/11) KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap Ketum Golkar tersebut pun sudah melalui beberapa tahapan setelah KPK mempelajari putusan praperadilan dari Hakim Tunggal Ceppy Iskandar. Dalam tahap penyelidikan, KPK sudah mengirimkan permintaan keterangan saksi terhadap Novanto sebanyak dua kali yakni pada (13/10) dan (18/10), namun yang bersangkutan tidak hadir lantaran sedang dalam tugas kedinasan.

Mangkirnya Novanto, tak membuat penyidik putus asa dan terusmelakukan proses pemeriksaan terhadap beberapa saksi dengan unsur anggota DPR, swasta dan para pejabat Kemendagri. Setelah proses penyelidikan dan ada bukti permulaan yang cukup, kemudian pimpinan KPK, penyelidik, melakukan gelar perkara pada (28/10) dan mengeluarkan SPDP penyidikan baru kasus KTP-el pada (31/10).
Baca Juga :  Ini Upaya Terbaru First Travel, Pertimbangkan Percepat Refund Dana

Dalam SPDP tersebut pun terdapat Sprindik dengan nomor 113/01//10/2017. Sebagai pemenuhan hak tersangka, KPK juga telah mengantar surat pada (3/11) perihal SPDP dan diantar ke rumah SN di Jalan Wijaya Kebayoran Baru.

KPK menduga Novanto pada saat proyek KTP-el bergulir Novanto yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 bersama dengan Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharja, pengusaha Andi Agustinus dan dua pejabat Kemendagri Irman, dan Sugiaharto, menguntungkan diri sendri atau korporasi atau orang lain dengan menyalahgunakan jabatan atau kewenangan dan kedudukan yang mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan senilai Rp 5,9 triliun tersebut.
Baca Juga :  Salah Satu Tersangka Innospec Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(konf/AKTUAL)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/wadoh-mangkir-lagi-dari-panggilan-kpk-setya-novanto-%E2%80%98ngabur%E2%80%99-ke-ntt
via IFTTT