Untuk Merubah Masa Depan Ummat Islam Di Indonesia Harus Kita Giatkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Oleh Suripto SH

 

1. Pagi ini sebelum saya menyampaikan materi saya ingin bertanya kepada Saudara-saudara sekalian, apakah kita masih sepakat akan terus melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau hanya amar ma’ruf saja? Tentu kita tidak cukup hanya amar ma’ruf saja tetapi harus disertai dengan nahi mungkar.

2. Apalagi di tengah kondisi seperti saat ini, di mana kondisi saat ini mirip dengan kondisi di awal-awal kelahiran orde baru atau ORBA. Ummat Islam diliputi suasana Islamophobia. Banyak yang mengakui ke-Islamannya secara ragu-ragu atau tidak berani secara terang-terangan.

3. Pada awal kelahiran Orba ada pusat pemikiran yang dibangun oleh Pater Beik yang menyebarkan Islamophobia di kalangan sipil dan militer. Sehingga muncullah peristiwa Lampung, Majalengka, Tanjung Priok dll pada tahun 1980-an sehingga semakin memperkuat stempel bahwa Islam itu identik dengan teroris yang akan membuat negara Islam melalui DI/TII. Dampak dari skenario tersebut sangat dirasakan oleh ummat Islam.

4. Kemudian dicetuskan asas tunggal (astung) sehingga didirikanlah Laboratorium Pancasila, BP7 yang berkantor di Pejambon dll. Inipun mirip dengan situasi saat ini, hanya saja menggunakan istilah-istilah yang bebeda. Stempel yang dilekatkan kepada ummat Islam menggunakan kata-kata: radikalisme, terorisme, intoleran dll sehingga masyarakat awam menjadi takut.

5. Orang-orang juga jadi semakin berani melecehkan Islam.  Situasi semakin memuncak dengan adanya kasus Ahok. Peristiwa kerusuhan di tahanan Mako Brimob juga konon disulut oleh isu pelecehan terhadap Al Quran. Kolom agama di KTP juga kini bisa diisi dengan aliran kepercayaan.

6. Situasi inilah yang mendasari saya sehingga saya di awal tadi bertanya kepada saudara-saudara sekalian. Apakah kita cukup hanya melakukan amar ma’ruf saja atau sekaligus nahi mungkar melihat situasi tersebut?


Faktor-faktor Menyebarnya Islamophobia

7. Islamophobia yang menyebar sampai dengan hari ini paling tidak disebabkan oleh 2 faktor utama.

8. PERTAMA adalah karena di pusat pengambilan keputusan saat ini masih banyak anasir-anasir ORBA dan pendukung NASAKOM ORDE LAMA. Mereka turut mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara bahkan merajalela menyebarkan semangat NASAKOM ala ORLA dan Anti Islam ala Orba. Saya tidak perlu sebutkan nama-namanya, tetapi lihat saja tindakan dan ucapan-ucapan mereka.

9. KEDUA adalah faktor ASING sehingga kita tidak bisa berdaulat lagi, yaitu ZIONISME sebagai kekuatan barat dan KOMUNISME sebagai kekuatan timur. Komunisme memang secara organisasi sudah bubar tetapi masih eksis di Cina Daratan. Deng Xiao Ping mencetuskan ONE STATE TWO SYSTEMS sehingga saat ini di Cina terdapat 2 system dalam pemerintahan yaitu sistem komunis dalam masalah politik dan sistem kapitalis dalam masalah ekonomi. Kapitalisme dan komunisme ternyata bisa berdampingan.

10. Melihat dua hal di atas saat ini ummat Islam harus lebih waspada karena operasionalisasi dari kebijakan-kebijakan mereka bisa lebih pedas daripada yang digariskan. Operasionalisasi dari kebijakan yang anti Islam bisa lebih kejam daripada garis kebijakan yang dibuat di tempat asalnya.

Bagaimana Kebijakan Barat terhadap Islam?

11. National Intelligence Council (NIC) merilis sebuah riset yang menyebutkan bahwa ancaman terbesar dunia dari 2004 sampai dengan 2020 adalah terorisme khususnya dari Islam. Secara operasional yang biasanya dilakukan bukanlah mencegah atau menanggulangi ancaman, tetapi justru selalu memprovokasi ummat Islam untuk melakukan aksi-aksi yang bisa dikategorikan terorisme sehingga dengan mudah diringkus, dan manjadi bukti bahwa memang Islam itu seolah-olah merupakan ancaman.

12. Riset yang dirilis oleh RAND Corporation, suatu lembaga think tank Amerika dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan dan budaya, menyebut bagaimana Amerika memandang dan memperlakukan ummat Islam. Dalam dokumen yang berjudul Civil Democratic Islam mereka membagi ummat Islam itu dalam 4 kategori:

13. Pertama: ISLAM FUNDAMENTALIS, sebagai musuh nomor satu Amerika. Mereka punya daftar fundamentalis di semua negara. Ciri-cirinya adalah menolak nilai-nilai demokrasi barat.

14. Kedua: ISLAM TRADISIONALIS yaitu kelompok konservatif yang cenderung menolak perubahan. Kelompok tradisionalis dianggap bisa diperalat untuk menghadapi fundamentalis. Kita tidak usah heran kalau melihat saat ini anak-anak muda dari sebuah organisasi Islam tradisionalis selalu digunakan untuk membubarkan pengajian-pengajian yang mereka anggap anti Pancasila atau radikal.

15. Ketiga: ISLAM MODERNIS yaitu kelompok yang siap menjadi bagian dari kehidupan modern. Kelompok modernis dianggap sebagai lahan yang subur untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi barat, keterbukaan dan ajaran-ajaran kapitalis. Generasi muda Islam banyak yang jadi sasaran, terutama di kampus-kampus melalui program beasiswa untuk dicuci otaknya di Amerika. Setelah di-brainwashed mereka juga digunakan untuk menghadapi fundamentalis.

16. Keempat: ISLAM SEKULARIS yaitu kelompok yang memisahkan urusan agama dengan urusan politik dan negara. Bisa dianggap sebagai Islam abangan, tidak terlalu membahayakan namun harus tetap dikendalikan untuk menghadapi fundamentalis dan mencegah mereka agar tidak dimanfaatkan ‘ideologi kiri’.

17. Dengan melihat kebijakan seperti di atas maka upaya untuk mempersatukan ummat Islam tidaklah mudah dan perlu energi besar.

Bagaimana Kebijakan Cina terhadap Islam

18. China bersama dengan beberapa negara yang tergabung dalam Shanghai Cooperation Organisation (SCO) juga mempunyai agenda untuk memberantas yang mereka anggap sebagai ancaman Islam radikal terutama di wilayah utara yang berbatasan dengan wilayah bekas Uni Sovyet, termasuk Xinjiang /Uyghur. SCO yang semula bernama The Shanghai Five beranggotakan Cina, Rusia, Kazakhstan, Kygyztan dan Tajikistan didirikan pada 1996. Pada tahun 2001 menjadi SCO setelah masuknya anggota baru yaitu Uzbekistan, kemudian India dan Pakistan. Dalam hal ini kebijakan Cina dan para sekutunya dalam masalah ancaman terorisme Islam bertemu dengan kepentingan barat (Amerika dan sekutu-sekutunya) yaitu memerangi radikal Islam.

19. Presiden Cina Xi Jinping meneruskan dan mengembangkan gagasan Deng Xiao Ping, yang bisa menyandingkan komunisme dan kapitalisme dalam sebuah negara, dengan mengembangkan OBOR atau One Belt One Road (satu rangkaian, satu jalan) yaitu mimpi besar Cina tentang Jalur Sutera modern. Cina ingin menjadi imperium baru di dunia. Tahun 2034 Cina ingin sejajar dengan Amerika, terutama dalam bidang ekonomi. Tahun 2049 Cina ingin menyaingi Amerika dalam bidang militer. Persis pada 2049 dalam peringatan 100 tahun berdirinya negara RRC akan diumumkan bahwa Cina adalah kekuatan hegemoni dunia yang baru.

20. Proyek OBOR akan melewati banyak negara, terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia yang mayoritas berpenduduk umat Islam. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini apakah memang benar-benar untuk rakyat atau untuk kepentingan mereka, ini yang harus kita kritisi. Uang 1 Trilyun USD disiapkan Cina untuk membangun infrastruktur dalam proyek OBOR di berbagai negara. Krisis Rohingya di Myanmar juga termasuk dampak dari rencana pembangunan pelabuhan besar Cina di wilayah Segitiga Emas.

21. Di Malaysia akan dibangun sebuah kota baru atau bandar baru sebagai ibukota baru Cina di luar Cina setelah Beijing, dengan dana Rp 510 Trilyun. Di situ akan dibangun kota berlapis di atas dan di bawah tanah. Di Beijing juga sudah dibangun kota di bawah tanah untuk menghindari serangan dari yang mereka sebut sebagai kaum imperialis. Bandingkan dengan Meikarta yang dibangun di Cikarang ternyata juga menggunakan duit pinjaman dari Cina.

22. Malaysia bagian barat KL sampai dengan arah airport yang baru sekarang banyak dikuasai oleh pengusaha-pengusaha kaya keturunan Cina. Sebuah data dari NAS (National Agenda Secretariat) di Malaysia menyebut kepemilikan tanah di antara orang-orang terkaya di Malaysia. Tan Sri Lee Shin Cheng (101 Group) disebut memiliki 185.000 hektar (39%), Tan Sri Lim Kok Thay (Genting Group) memiliki 145.000 hektar (30,8%), Tan Sri Tiong Hiew King (Rimbuan Group) memiliki 135.000 hektar. Ada 2 pengusaha pribumi yang juga menguasasi lahan tetapi dengan prosentase yang sangat kecil, yaitu Tan Sri Syed Mokhtar menguasai 5.000 hektar (1%) dan Datuk Amar Sapawi menguasai 1.000 hektar (0,2%).

23. Tahun 2030 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 300 juta jiwa, 60% nya akan diisi tenaga kerja produktif yang tidak akan bisa bersaing dengan tenaga kerja asing di era pasar bebas atau merkantilisme yang diberlakukan di negara-negara ASEAN. Mereka mungkin hanya akan menjadi kacung kalau tidak disiapkan dari sekarang. Saat ini saja tenaga kerja asing dari Cina sudah membanjiri negara kita di berbagai wilayah seperti Banten, Bogor, Sultra dll. Tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara budaya mereka menjadi ancaman bagi masyarakat kita. Penerbangan ke Kendari selalu dipenuhi tenaga kerja asing dari Cina, lebih dari ½ jumlah penumpang. Badannya kekar-kekar, ini tenaga kerja atau tentara? Belum lagi jumlah wisatawan Cina yang mencapai angka 500.000 orang itu pulang lagi ke negaranya atau tinggal di sini?

24. Kekuatan asing sudah mulai menjajah Indonesia. Cina dan Amerika sama-sama ingin menguras kekayaan negara kita, hanya saja Yahudi selalu lebih cantik mainnya. Jauh sebelum berdirinya negara RRC pada 1949, Yahudi sudah mencanangkan One Globe One Society dalam Protocol Zionisme pada tahun 1776. Yahudi menguasai bank, pasar, asset energi dan pangan. Semua itu disebabkan sebuah prediksi bahwa tahun 2030 akan terjadi krisi energi dan pangan di seluruh dunia. Sehingga sebuah perusahaan pangan dari Israel bernama Cargil saat ini mulai menguasai perkebunan di Indonesia dan Malaysia. Kedua kekuatan itu juga sudah mulai saling mengungguli dalam bidang teknologi informasi dan teknologi militer.

25. Amar ma’ruf nahi mungkar itu harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Gambaran masa depan yang suram itu harus kita rubah sekarang dan kita bangun harapan. Jangan sampai ummat Islam kehilangan martabat dan malu jadi ummat Islam, ataupun malu jadi orang Indonesia. Jangan sampai kita direndahkan dengan sebutan Indon dll. Namun tindakan itu tidak boleh hanya dengan semangat dan emosi saja. Berkali-kali saya sampaikan tentang pentingnya nafas panjang dan program yang jelas. Kekuatan kita harus dirajut secara terukur, teratur dan terstruktur. Kalau dengan modal emosi saja maka akan mudah dijebak.

26. Kita harus diskusikan langkah-langkah ke depan, jangan lagi mendiskusikan masalah. Masalahnya sudah jelas, yang penting adalah langkah-langkah apa yang akan kita ambil.


(Disampaikan di depan ulama, tokoh dan aktifis Islam Tanah Abang, Ahad 12 November 2017)

 

Suripto SH Adalah Pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/untuk-merubah-masa-depan-ummat-islam-di-indonesia-harus-kita-giatkan-amar-ma%E2%80%99ruf
via IFTTT

close