Turki Jalin Kerja Sama dengan Iran Lawan Kurdi PKK

KIBLAT.NET, Ankara – Turki dan Iran saling menjalin kerja sama dalam melawan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Sejumlah media Turki melaporkan bahwa militer kedua negara baru-baru ini berbagi intelijen untuk menghadapi kelompok PKK di Iraq utara.

Laporan berdasarkan informasi dari sumber di Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa sebuah konsensus dicapai untuk sebuah operasi melawan PKK di Iraq utara selama kunjungan baru-baru ini dari Kepala Staf Iran Jenderal Mohammad Bagheri ke Ankara.

Meskipun laporan media tidak menyebutkan waktu dan tempat pembagian operasi, sumber itu mengutip pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan bahwa militer Turki dapat secara tiba-tiba memulai sebuah operasi dalam semalam.

“Sama seperti kita membebaskan Jarablus, al-Rai dan al-Bab dari ISIS di Suriah. Jika perlu, kita tidak akan menghindar dari langkah-langkah seperti itu di Iraq,” katanya pada akhir September. “Kita mungkin datang ke sana tiba-tiba,” imbuhnya.

Sementara itu, surat kabar Aydınlık mengklaim bahwa serangan udara Turki di Iraq utara pada Selasa (07/11/2017) lalu terhadap PKK dilakukan bersama militer Iran. Sebuah artikel di Aydınlık menyatakan bahwa militer Iran memberikan informasi intelijen kepada Angkatan Bersenjata Turki (TSK), dan disusul sebuah serangan udara terhadap posisi PKK.

Baru-baru ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ebrahim Rahimpour mengatakan bahwa Teheran memiliki visi yang sama dengan Turki dalam melawan PKK. “Iran dan Turki memiliki perbatasan yang sama, terdapat tiga batas. Kami selalu bekerja sama di perbatasan Iran dan Turki. Kami tidak mengizinkan PKK untuk melewati perbatasan dan melakukan kegiatan teroris di Turki. Kami sedang berada dalam sebuah perang melawan terorisme,” katanya.

Gulam Riza Bagheri, Direktur Urusan Turki, Rusia, Asia Tengah dan Kaukasus di Kementerian Luar Negeri Iran, pekan lalu mengatakan bahwa Mekanisme Koordinasi Anti Terorisme Turki-Iran telah diaktifkan kembali.

Sebelumnya, Jenderal Bagheri mengunjungi Turki, sementara Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar diterima di Teheran. Akar bertemu dengan Bagheri pada awal Oktober, kedua jenderal menggarisbawahi kerja sama bilateral akan meningkat di bidang keamanan dan kontraterorisme.

Erdogan juga menunjuk pada operasi gabungan dengan Iran melawan kelompok ‘teroris’ dalam beberapa bulan terakhir. “Kerja sama dengan Iran melawan kelompok teroris yang menimbulkan ancaman selalu masuk dalam agenda,” katanya pada akhir Agustus.

“Kami telah membahas rincian tentang jenis pekerjaan apa yang dapat kami lakukan di antara kita. Ada kerusakan yang terjadi pada PKK dan cabangnya di Iran. Kami akan melakukan diskusi ini dengan pemahaman bahwa ancaman dapat dikalahkan dengan kerja sama keduanya negara dalam waktu singkat,” paparnya.

Kedua negara juga berada pada jalur yang sama mengenai referendum kemerdekaan yang diadakan di Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) pada 25 September dan status Idlib. Ankara dan Teheran dengan keras menentang berdirinya referendum Kurdistan sejak hari pertama kali diumumkan.

Sebuah deklarasi bersama mengenai referendum kemerdekaan di Kurdistan Iraq dikeluarkan menyusul sebuah pertemuan trilateral antara Menteri Luar Negeri Turki, Iraq dan Iran sebelum referendum digelar.

Ketiganya menentang referendum dan mengatakan bahwa hal tersebut melanggar konstitusi Iraq serta dapat menciptakan ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah tersebut. Setelah pemungutan suara, kedua negara memberi tekanan pada Irbil dengan sanksi politik dan ekonomi.

Selanjutnya, dalam sebuah pernyataan tertulis pada 9 Oktober, Angkatan Bersenjata Turki mengkonfirmasi bahwa pasukannya menyeberang ke kota Idlib di Suriah pada 8 Oktober untuk pengintaian dan memastikan upaya perdamaian.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa tujuan zona de-eskalasi, yang diumumkan pada 30 Desember 2016, dan dijamin oleh Turki, Rusia dan Iran melalui proses Astana, bertujuan untuk meningkatkan keefektifan kesepakatan gencatan senjata, mengakhiri bentrokan bersenjata, memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan, menetapkan kondisi yang tepat bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal untuk kembali dan menetapkan kondisi untuk penyelesaian damai perang.

Meskipun dalam perjalanannya, kesepakatan zona de-ekskalasi itu masih diiringi dengan sejumlah serangan dan pengepungan tak berhenti terhadap daerah-daerah yang menjadi basis pejuang oposisi Suriah.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

The post Turki Jalin Kerja Sama dengan Iran Lawan Kurdi PKK appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT