Tiga Saksi Diperiksa Polisi Terkait Proyek Reklamasi Hari Ini

KONFRONTASI -  Tiga orang dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta hari ini, Rabu, (8/11/2017) dijadwalkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi proyek reklamasi teluk Jakarta.

“Jadi rencana memeriksa tiga orang dari BPRD,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, (8/11/2017).

Meski tidak menyebut waktu pemeriksaan namun Argo menjelaskan jika tiga orang yang diperiksa terdiri dari dua pejabat BPRD dan satu staf BPRD Penjaringan, Jakarta Utara.

“Ada pak Joko Kepala Bidang Peraturan BPRD, Pak Yuandi Kepala Bidang Perencanaan BPRD dan Andri staf BPRD Penjaringan,” katanya.

Hingga saat ini hanya tiga orang tersebut dari elemen BPRD yang akan dimintai keterangan, namun dikatakan Argo tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil sejumlah pejabat lain termasuk Kepala BPRD, Edi Sumantri.

Guna membidik tersangka dalam kasus dugaan korupsi reklamasi ini polisi akan bekerja dari dasar dimana kali pertama mencuatnya proyek yang diduga telah merugikan negara ini. Dengan demikian, akan diketahui aliran anggaran hingga terjadinya pembangunan proyek reklamasi.

“Karena semua instruksi dari bawah, apakah ada yang nyuruh atau saat pelaksanaan kegiatan ada yang menyelewengkan anggaran,” kata Argo Senin, (6/11) lalu.

Kasus ini mencuat sejak terjadinya polemik tentang mega proyek reklamasi ditengah masyarakat. Atas dasar hal itu sejak September 2017 lalu polisi melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti termasuk meminta data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Setelah menemukan bukti kuat adanya dugaan praktik korupsi dan melalui gelar perkara penyidik menaikkan status reklamasi dari penyelidikan ketahap penyidikan meski hingga saat ini belum menetapkan tersangka.

Polisi menduga ada pelanggaran ketika penetapan nilai jual objek pajak Pulau C dan D pada Reklamasi Teluk Jakarta. Diduga, penetapan NJOP pada pulau reklamasi itu tidak wajar. NJOP di pulau reklamasi C dan D diketahui hanya sebesar Rp3,1 juta per meter.(Jft/Poskota)

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/tiga-saksi-diperiksa-polisi-terkait-proyek-reklamasi-hari-ini
via IFTTT