Terkait Korupsi, Benjamin Nentayahu Lagi-lagi Diperiksa Polisi

KIBLAT.NET, Tel Aviv- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus kembali berurusan dengan polisi. Lebih dari empat jam, Lahav 433 National Crime Unit mengitrogasi orang nomer satu di Israel itu di kediamannya, Yerusalem pada Ahad (19/11/2017).

Dikutip dari Jerusalem Post, ini adalah kali keenamnya sejak 2 Januari lalu Netanyahu diperiksa oleh polisi dengan kasus yang sama. Kali ini, pemeriksaan fokus pada kasus 1000 terkait ‘hadiah’ berupa barang mahal yang didapatinya dari berbagai pengusaha.

Netanyahu diduga telah menerima gratifikasi dari para pendukungnya, termasuk miliader Australia James Packer dan dan produser Hollywood Arnon Milchan.

Sepuluh hari yang lalu, tepatnya 9 November, Netanyahu juga telah diperiksa terkait kasus serupa selama empat jam. Pemeriksaan kali ini sebagai perbandingan dengan lima hasil pemeriksaan sebelum.

Ada dua kejahatan yang diduga dilakukan oleh Netanyahu. Pertama, ia diduga kuat telah menerima hadiah bernilai ribuan poundsterling, sampanye serta cerutu mahal dari miliarder sekaligus produser Hollywood Arnon Milchan.

Sebagai imbalannya, Netanyahu melobi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry agar mau memberikan visa jangka panjang bagi Milchan, warga Israel yang tinggal di AS. Netanyahu telah mengaku bahwa dia memang mengajukan permintaan itu, tapi membantah hal itu terkait dengan beragam hadiah yang dia terima dari Milchan.

Kasus kedua, Netanyahu diduga menyuap Arnon Mozes, pemilik surat kabar terbesar di Israel, Yedioth Ahronoth. PM Israel itu diduga menyuap Mozes demi mendapatkan pemberitaan positif. Kasus ini dikenal dengan Case 2000.

Netanyahu juga diduga berjanji bakal menutup media pesaing Yedioth Ahronoth, yakni surat kabar pro-Netanyahu milik konglomerat AS Sheldon Adelson, Israel Hayom. Dengan syarat  Mozes harus memberitakan hal-hal yang menguntungkan pemerintah.

Selama ini, Netanyahu berkeras membantah segala tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa dia telah menjadi target pembunuhan karakter oleh lawan-lawan politiknya. Jika kedapatan bersalah, perdana menteri yang berkuasa sejak 2009 lalu itu terancam hukuman 10 tahun penjara.

Sumber: Jerusalem Post
Redaktur: Syafi’i Iskandar

The post Terkait Korupsi, Benjamin Nentayahu Lagi-lagi Diperiksa Polisi appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: