Setelah Alexis, Anies Instruksikan Diskotek Diamond Ditutup

JAKARTA (Panjimas.com) – Gubernur DKI Jakarta yang baru membuktikan janjinya untuk tidak kompromi dengan Narkoba dan Asusila. Setelah Hotel Alexis, kini Anies Baswedan memerintahkan jajarannya agar Diskotek Diamond ditutup.

Diskotek Diamond sempat disegel usai penangkapan politikus Golkar Indra J Piliang dan dua rekannya yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Satpol PP DKI Jakarta saat ini masih menunggu hasil kajian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentang penutupan tempat hiburan malam Diamond. Yani Wahyu mengatakan akan mengambil tindakan apabila permasalahan tak kunjung diselesaikan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya akan menindak tegas penyalahgunaan narkoba dan praktik-praktik asusila.”Kami ingin meneruskan pesan kepada semua bahwa Jakarta tidak akan kompromi pada praktik-praktik asusila,” kata Anies di hadapan ratusan ulama di pertemuan tersebut, Selasa (14/11).

Lebih lanjut Anies menegaskan, “Kita ingin agar serius dalam cegah narkoba, tidak ada tutup buka tutup buka. Begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak bisa beroperasi,” kata dia usai bertemu dengan para ulama dan tokoh agama di Balai Kota, Selasa (14/11).

Anies mengaku, Kepala Satpol PP Yani Wahyu telah melapor kepadanya tentang tindak lanjut Diamond. Yani, kata Anies, meminta petunjuk padanya terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan. Anies pun memerintahkan Yani agar tetap berpegang dan menjalankan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengajak semua pihak bekerjasama memerangi narkoba. Semua tempat hiburan malam tidak boleh dibiarkan jadi tempat beredarnya narkoba. Dari data yang didapatnya, Anies mengaku, angka penggunaan narkoba di Jakarta terus meningkat.

“Jadi diperkirakan lebih dari 500 ribu orang pengguna narkoba dan 40 persen adalah karyawan dan 20 persen adalah siswa. Ini informasi dari Kepala BNN Provinsi DKI,” ujar dia.

Bahkan, Anies melanjutkan, KPAI menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir jumlah pengedar narkoba anak meningkat 300 persen. Peningkatan terbesar terjadi di lulusan universitas, naiknya lebih dari 400 persen. Anies mewanti-wanti agar siapapun menjaga tempat dan lingkungannya jauh dari narkoba.

“Pemprov enggak akan tinggal diam, bila ada pelanggaran pemprov akan tindak. Kita enggak akan kompromi pada narkoba dan ingin semua keluarga dan orang tua di Jakarta merasa tenang di tempat ini,” katanya.

Kata Anies, Jakarta harus menjadi kota dengan standar moral yang tinggi. Alasan itu yang menjadikannya tidak melanjutkan izin Hotel dan Griya Pijat Alexis beberapa waktu lalu. Ia berharap, semua tempat hiburan di Jakarta menghentikan bisnis prostitusi sebelum dibubarkan Pemprov DKI. (des)


From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT