Riset IRI Tunjukkan Korupsi Jadi Pendorong Utama Terorisme dari Bosnia hingga Tunisia

KIBLAT.NET – Dunia mengakui, bahwa korupsi adalah ancaman utama bagi perdamaian dan stabilitas. Korupsi adalah jantung dari banyak masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini.

Hubungan antara korupsi dan terorisme telah lama dikenal. Meskipun bukan merupakan satu-satunya kontributor terjadinya destabilisasi sebuah negara, korupsi bisa memberikan dampak yang sangat besar. Ia bisa menguras sumber daya publik dan meruntuhkan kepercayaan publik pada pemerintahnya. Mulai dari korupsi kecil-kecilan dari pejabat kelas rendah hingga suap yang melibatkan pemimpin politik, korupsi akan melemahkan sebuah negara.

Korupsi berpotensi meningkatkan risiko konflik, dan konflik juga berpotensi meningkatkan risiko korupsi. Keduanya memiliki hubungan simbiosis yang bisa mengancam perdamaian dan stabilitas di negara yang sudah dikepung oleh kekerasan.

Korupsi bisa memicu konflik dan ketidakstabilan dalam tiga cara. Pertama, korupsi bisa memicu keluhan sosial dan politik, terutama rasa ketidakadilan. Kedua, jika korupsi telah mengubah negara dari seperangkat institusi yang menyediakan barang publik ke dalam sekumpulan institusi yang akan dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi, negara menjadi semacam hadiah yang harus diperebutkan. Ketiga, korupsi dapat merusak kapasitas dan legitimasi negara. Dengan merampas sumber daya dan dengan misalokasi, korupsi melemahkan kemampuan negara untuk menyediakan layanan publik utama, termasuk keamanan. Baca selengkapnya di Laporan Syamina: Korupsi Memicu Terorisme

Dampak negatif korupsi pada perlindungan hak asasi manusia dan pembangunan juga cukup jelas. Bahkan, PBB sendiri menegaskan bahwa negara seringkali tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk melindungi hak asasi manusia karena korupsi. Korupsi sangat berbahaya bagi seluruh bentuk hak asasi manusia: hak sipil, hak politik, hak ekonomi, sosial, hak budaya, hingga hak untuk berkembang. Dampak korupsi paling berbahaya bagi mereka yang miskin dan termarjinalisasi, yang selama ini cukup bergantung pada layanan publik. Korupsi juga berpotensi menciptakan budaya kebal hukum.

Dalam banyak kasus, korupsi telah menghasilkan beberapa krisis keamanan yang paling mengerikan saat ini. Hal ini disebabkan oleh empat unsur yang biasanya melekat pada korupsi, yaitu penghinaan yang ditimpakan pada korban, kurangnya bantuan, struktur dan kecanggihan jaringan korup, dan jumlah aset yang dicuri benar-benar kolosal.

Korupsi dan ekstremisme kekerasan adalah produk sampingan dari pemerintahan yang buruk—baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian yang dilakukan oleh International Republican Institute (IRI) menunjukkan bahwa korupsi adalah pendorong utama terorisme di semua wilayah, mulai dari Bosnia, Tanzania hingga Tunisia. Selain itu, banyak faktor yang secara tradisional dianggap terkait dengan terorisme—seperti pengangguran, alienasi politik, dan marginalitas masyarakat—justru sebenarnya terkait dengan korupsi pada tingkat tertentu.

 

 

Penulis: Tim Syamina
Editor: Fajar Shadiq

The post Riset IRI Tunjukkan Korupsi Jadi Pendorong Utama Terorisme dari Bosnia hingga Tunisia appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: