Prospek Sepakbola Indonesia di Tangan Indra Safri

Oleh: Gilang Akbar Prambadi


Indra kini menduduki posisi sangat fundamental bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Sebelum Indra Sjafri, rasanya sulit mengingat siapa pelatih timnas Indonesia yang punya kesan baik dalam membesut Garuda Muda. Sebelum tangan dingin Indra Sjafri menunjukkan tuah, rasanya tak pernah pencinta sepak bola Indonesia sampai rela memenuhi stadion untuk menonton timnas level umur U-19 berlaga. Sebelum Indra Sjafri memimpin timnas, rasanya sudah lama sekali Indonesia tak mengalahkan salah satu macan Asia semacam Korea Selatan.

Bukan bermaksud memuja, melainkan tak bisa dimungkiri, Indra adalah fenomena. Pria berkumis tebal asal Sumatra Barat ini muncul sebagai pelatih bertangan dingin yang lihai memoles talenta muda. Keberhasilannya membawa timnas junior menjuarai Piala AFF U-19 empat tahun lalu sukses meniupkan angin segar bagi masyarakat Tanah Air.

Tak heran, saking rindunya ingin ikut melakukan selebrasi mengangkat trofi di level internasional, pencinta sepak bola Indonesia begitu mencintai timnas U-19 saat itu. Stadion tempat diadakannya pertandingan selalu penuh. Tak cuma itu, cuma Indra-lah yang bisa membuat timnas U-19 bernilai hak siar eksklusif. Kala itu, untuk pertama kali dalam sejarah pertelevisian Indonesia, seluruh pertandingan uji coba timnas junior selalu disiarkan.

Nama-nama pesepak bola andal pun lahir. Sebut saja empat yang paling lestari kariernya hingga saat ini, seperti Evan Dimas, Hansamu Yama, I Putu Gede Juni Antara, dan Hargianto. Keempatnya menjadi andalan di klub masing-masing sejak berhasil membawa trofi Piala AFF U-19 ke Bumi Pertiwi.

Namun sayang, kebersamaan Indra dengan 'anak-anaknya' harus berakhir dengan cara tak elok. Indra dipecat karena dianggap gagal membawa pasukannya berprestasi di Piala Asia U-19 tahun 2014 lalu. Padahal, mafhum diketahui, tolok ukur utama keberhasilan dari sebuah tim muda bukanlah gelar, melainkan pengembangan kemampuan.

Sejak saat itu, Indra tiba-tiba bak ditelan bumi. Publik pun merasa kehilangan hingga akhirnya Indra muncul kembali tahun lalu. PSSI rezim yang baru kembali mendapuk Indra untuk membentuk timnas U-19 yang hebat. Indra berkerja dengan cepat. Hari ini Indra di Jakarta, besok pagi ia pergi ke timur Indonesia. Dua pekan selanjutnya, suami dari Temi Indrayani ini bisa berada di Pulau Sumatra. Semua dilakukan Indra untuk mencari bakat-bakat hebat pengisi skuat U-19.

Hasilnya berbuah nyata. Dalam hitungan bulan, timnas U-19 yang diharapkan setingkat dengan era Evan Dimas pun rampung dibentuk. Namun, seperti yang diketahui, Indra lalu dicopot dari jabatannya pada Selasa (21/11) lalu. Dengan alasan, penampilan U-19 tak sesuai harapan ketika bertanding melawan timnas negara lain. Poin kerja keras Indra yang mampu mendapatkan nama-nama berpotensi, seperti Egy Maulana Fikri, seolah tak masuk dalam pertimbangan.

Tapi untunglah, pengurus PSSI yang sekarang masih memelihara urat waras mereka. Kemampuan Indra dalam melihat bakat pemain muda tak disia-siakan oleh PSSI. Indra tak 'dibuang' seperti yang pernah dilakukan PSSI era sebelumnya. Kini, Indra menduduki posisi yang sangat fundamental bagi masa depan sepak bola Indonesia, yakni expert talent scouting.

Mantan pelatih Bali United ini akan mencari bibit-bibit unggul di seluruh Indonesia. Misi ini tentu tak asing untuknya. Melihat keberhasilan tangan dinginnya yang pernah menelurkan banyak pemain hebat, harapan tinggi layak disematkan kepada sosok yang akrab disapa Coach Indra ini.

Mudah-mudahan, di masa depan timnas Indonesia bisa dipenuhi banyak pemain bertalenta hasil dari kejeniusan insting Coach Indra. Karena tak bisa lagi dimungkiri, timnas Indonesia sudah benar-benar terlalu lama nirprestasi. Sungguh, rasanya begitu hampa ketika mulut andal bercakap dan otak encer menganalisis sepak bola Eropa, tapi timnas sendiri terkapar nelangsa.

Bismillah, semoga Indra Sjafri bisa!

Gilang Akbar Prambadi (Twitter: @gilangORI). (Juft/Rep)
 

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/prospek-sepakbola-indonesia-di-tangan-indra-safri
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: