PPP Inginkan Pembubaran Ormas Harus Melalui Pengadilan

KIBLAT.NET, Jakarta- Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyayangkan tindakan pemerintah yang dinilainya sangat represif terkait pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas).

Pasalnya,  prosedur pembubaran ormas tidak melalui proses pengadilan. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah diskusi yang mengangkat tema “Urgensi Revisi UU Ormas” di kantor Imparsial, di kawasan Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

“Prosedur pembubaran yang tanpa melalui pengadilan ini menurut saya enggak bisa dipertahankan sama sekali,” ujar Arsul.

Selain itu, anggota DPR dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga mengatakan jika ada ormas yang dinilai menyimpang dari ideologi bangsa, semestinya ditindak sesuai aturan yang tertera.

“Di undang-undang PT (Perseroan Terbatas) saja kalau ada yang usahanya bangkrut, kemudian suka melanggar ketertiban umum dan dijadikan sarang penyelundupan itu ga bisa langsung dibubarkan,” kata Arsul.

“Kejaksaan harus mengadukan permohonan ke pengadilan. Untuk badan usaha saja harus seperti itu,” sambungnya.

Untuk diketahui, Perppu tentang Ormas resmi menjadi undang-undang menggantikan UU Nomor 17 Tahun 2013. Disahkannya Perppu tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di DPR pada bulan Oktober lalu.

Perlu diketahui, dalam rapat paripurna Komisi II DPR RI, pada 27 Oktober lalu, ada fraksi yang setuju Perppu Ormas menjadi UU, sedangkan tiga fraksi lainnya menolak.
Tiga diantaranya mensyaratkan agar dilakukan revisi diantaranya adalah Partai Demokrat, PKB dan PPP.

Saat ini, ada 6 partai yang mengikuti rapat Paripurna pengesahan Perppu ormas PKB, Demokrat, PPP, Gerindra, PKS, dan PAN menginginkan agar Perppu ormas direvisi. pemerintah akan menyiapkan draf revisi UU Ormas pada awal tahun 2018.

Reporter: Afriza DS
Editor: Syafi’i Iskandar

The post PPP Inginkan Pembubaran Ormas Harus Melalui Pengadilan appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: