Novel Benarkan Keterlibatan Setnov dalam Kasus e-KTP

KONFRONTASI -  Penyidik senior Novel Baswedan membenarkan keterlibatan Ketua DPR Setya Novanto dalam proyek mega korupsi e-KTP karena KPK memiliki bukti yang kuat.

"Soal keterlibatan SN barangkali itu betul, penetapan tersangka kepada SN itu bukti nya kuat," ujar Novel melalui Telewicara di Queens Head, Kemang, Jakarta  Selatan, Jumat (10/11).

Di tempat tersebut  aktivis masyarakat anti Korupsi  memaknai peringatan hari Pahlawan dengan menyelenggarakan diskusi bertema 'jangan lelah melawan korupsi'. Acara ini diselenggarakan oleh LSM seperti Indonesian Corruption Watch (ICW), PP Muhammadiyah, Amnesty Nasional serta mengundang mantan pimpinan KPK dan publik figur.

Dalam diskusi tersebut Novel Baswedan turut memberi tanggapan melalui Telewicara. Novel menyambut Telewicara dengan mengutarakan kondisi matanya yang sudah membaik walau dibantu dengan beberapa alat bantu penglihatan.

"Alhamdulillah saya bisa melihat dengan baik. Mata kanan dibantu dengan lens eye dan juga kacamata baca. Tetapi mata kiri sementara saya bisa melihat, saya menunggu operasi sekali lagi dengan menunggu operasi kornea," kata Novel.

Novel mengajak masyarakat untuk tidak takut melawan korupsi. Dirinya berkeyakinan bahwa Tuhan menciptakan keberanian kepada manusia untuk menumpas kezaliman.

"Dalam keyakinan saya tentunya kita sadar bahwa semua terjadi atas kehendak allah dan allah maha kuasa atas segala sesuatu. Saya meyakini seharusnya kita berani, kalo tidak justru kita kurang akalnya, Sebagi hamba Allah saya punya kewajiban untuk berbuat baik untuk menegakkan keadilan dan kebenaran," papar Novel.

Tak ketinggalan, penyidik KPK yang disiram air keras oleh orang tak dikenal itu, memaknai hari Pahlawan dengan perjuangan melawan antikorupsi.

"Bahwa saya yakin pahlawan itu tidak ada yang tidak ada yang ingin berbuat sebagai pahlawan, karena itu hari pahlawan ini merenungi sebagaimana apa yang telah dilakukan, pencapaiannya, keteladannya," tutur Novel. (KONC/hanter)

Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/novel-benarkan-keterlibatan-setnov-dalam-kasus-e-ktp
via IFTTT