Nasib Tragis Sang Pangeran Saudi Setelah Kritik Israel dan Uni Emirat Arab

Oleh: Teuku Zulkhairi
Penyuka Berita Politik Timur Tengah

Beberapa kabar menyebut meninggalnya Pangeran Abdul Aziz bin Fahd, keluarga dari kerjaaan Arab Saudi. Disebutkan, tidak jelas apa alasan kematiannya.

Dan sebelumnya, seorang pangeran lain, yaitu Pangeran Mansour bin Muqren, juga meninggal mendadak dan diberitakan karena jatuhnya helikopter yang ia tumpangi.

Beberapa waktu lalu, Pangeran Abdul Aziz bin Fahd mengkritisi Emirat Arab yang telah menjelma menjadi "pelayan bagi Israel".

Pangeran Abdul Aziz juga pernah menyeru umat Islam untuk membela kehormatan Masjidil Aqsha.

Saat beberapa negara Teluk mengembargo Qatar, Pangeran ini berdiri di atas garis kebenaran, ia menolak Embargo tersebut karena hanya akan menyakiti sesama muslim.

JIka kematiannya ada kaitan dengan posisinya yang berpegang teguh di atas kebenaran Islam, maka itu menandakan bahwa perjuangan membela umat Islam telah menemui kesulitan langsung di negeri yang menjadi kiblat umat Islam.

Tapi yang paling menarik adalah kaitan peristiwa ini dengan rentetan peristiwa akhir zaman lainnya.

Terdapat hadis tentang perebutan kekuasaan oleh tiga putra khalifah setelah meninggalnya sang Raja.

Dan pada akhirnya, disebutkan dalam hadis itu, setelah terjadinya perebutan ini justru tidak ada satu pun di antara mereka yang berhasil menjadi Raja, karena kepemimpin setelah meninggalnya Raja tersebut akan dipegang langsung Imam Mahdi.

Jadi, setelah peristiwa ini, menarik ditunggu masa depan putra Mahkota, Muhammad bin Salman.

Kalau Pangeran Muhammad bin Salman gagal memenuhi ambisinya menjadi Raja, maka itu sepertinya adalah pertanda semakin dekatnya kedatangan Imam Mahdi, pengikuti Nabi Muhammad Saw yang akan dijadikan imam shalat oleh Nabi Isa 'Alaihissalam.

Dan itu artinya, sebelum Imam Mahdi muncul, maka akan didahului dulu kemunculan Ya'juj Ma'juj serta kemudian Dajjal.

Juga sebelumnya akan diwarnai rentetan peristiwa mengerikan lainnya, seperti keluarnya asap yang menyelimuti seluruh bumi, suatu asap yang bisa merubah wajah manusia selama 40 hari, lalu terjadi pula kemarau panjang.

Dengan demikian, hari-hari ke depan tidaklah ringan untuk kita lalui. Mari perkuat amalan sebelum kesempatan habis. Persiapkan keluarga kita dengan persiapan iman. Lalu juga rutinkan membaca 10 ayat pertama dari surat al Kahfi.

Semoga Allah mengambil nyawa kita, anak-anak dan keluarga kita, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat lainnya dalam keadaan husnul khaatimah. Amiin ya Allah.

Wallahu a'lam bishshwab.

Category: 


from Opini https://www.konfrontasi.com/content/opini/nasib-tragis-sang-pangeran-saudi-setelah-kritik-israel-dan-uni-emirat-arab
via IFTTT