MUI Klarifikasi PCNU Garut Soal Penolakan Kedatangan UBN, Begini Hasilnya

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut telah melakukan klarifikasi ke pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut terkait penolakan Ustadz Bactiar Nasir dan KH Shabri Lubis di kota itu.

PCNU Kabupaten Garut melayangkan surat kepada Ketua DKM Masjid Agung Garut perihal Keberatan Kehadiran Ustad Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis dalam Tabligh Akbar yang rencananya digelar Ahad (11/11/2017) mendatang di ALun-alun Garut. Surat bernomor 0213/PC/A.II/D-2/XI/2017 itu juga ditujukan ke MUI setempat.

Informasi penolak itu pun ternyata tersebar luas di media sosial, dan mengundang kontroversi. MUI Kabupaten Garut hari ini mengklarifikasi hal itu ke pihak PCNU Garut. “Ini langsung MUI mengambil langkah mengundang dari pihak PCNU, mengklarifikasi,” kata Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (07/11/2017).

Ulama Garut yang akrab disapa Ceng Munir itu mengungkapkan hal pertama yang ditanyakan MUI kepada pihak NU adalah tentang penolakan terhadap acara tabligh akbar. “Mereka jawab kami tidak menolak tabligh akbar, tapi kami menolak kedatangan Bachtiar Nasir dan KH Shabri Lubis,” ujarnya.

Ceng Munir mengutip alasan penolakan yang dilakukan PCNU Garut, yang menyebut Bachtiar Nasir dan KH Shabri Lubis selalu menghujat orang lain dan memprovokasi. Selain itu PCNU Garut juga menyebut kedua tokoh itu terindikasi anti negara.

Pihak PCNU, terang Ceng Munir, juga beralasan adanya potensi bentrok fisik jika kedua tokoh itu datang. “Itu alasan yang paling mendasar,” ujanrya.

Untuk menengahi, pihak MUI pun mengusulkan pihak PCNU Garut bertemu terlebih dahulu dengan Ustadz Bachtiar Nasir dan KH Shabri Lubis. “Sarannya tetap Bachtiar Nasir hadir bagaimana kalau dikonfrontir dulu dengan Bachtiar Nasir, jangan profoktaif apalagi ini pengajian, kan begitu,” ungkap Ceng Munir.

“Tetap dari PCNU tidak mau kedatangan Bachtiar Nasir,” imbuhnya.

Selain berkomunikasi dengan pihak PCNU, MUI Kabupaten Garut juga menghubungi pihak panitia. Pertemuan dengan panitia penyelenggara tabligh akbar berlangsung sejak pagi sampai sore hari. Pertemuan tersebut juga dihadiri pihak Kapolres Garut, Dandim, Pemerintah Daerah, juga Kementerian Agama.

“Panitia tetap dengan program awalnya tidak akan merubah dari mulai tempat, waktu, dan termasuk penceramahnya,” terang Ceng Munir.

Meski demikian, Ketua MUI Garut itui tetap berpesan agar tidak terjadi kekacauan di masyarakat. Pihaknya akan berupaya membanatu terciptanya suasana kondusif.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

The post MUI Klarifikasi PCNU Garut Soal Penolakan Kedatangan UBN, Begini Hasilnya appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT