Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Rini Merusak Kepercayaan Jokowi. Ada Bahaya Krisis Legitimasi

KONFRONTASI- Meneg BUMN Rini Soemarno (Rinso)  sangat  kental dengan tabiat dan tindakan palsunya yang selalu menawarkan ‘’menjual asset’’ bangsa (BUMN)  kepada asing, sementara Menkeu Sri Mulyani mengajarkan ‘’utanglah’’ sebanyak mungkin  dengan dalih palsu untuk ‘’kepentingan pemerintah’’  Kepalsuan-kepalsuan itu tak terkontrol Presiden Jokowi  sehingga Jokowi sendiri yang menanggung kerusakan  dan  mengalami  penggerusan kepercayaan. Oleh sebab itu Presiden Jokowi harus berani mencopot Rinso dan Sri Mulyani dari posisi ''basah'' mereka yang rentan dan penuh  kelemahan afar elektabilitas Jokowi di mata rakyat tidak rusak dan mampat..
Demikian pandangan  analis ekonomi-politik Reinhard MSc dari the New Indonesia Foundation dan Muhammad Muntasir Alwy,  peneliti  independen  jebolan Fisipol UGM.
Pada 2011, total utang pemerintah sebesar Rp1.808 triliun. Setahun kemudian naik menjadi Rp1.977. Pada 2013, melejit menjadi Rp2.375 triliun. Dan makin bengkak Rp2.608 triliun pada 2014. Selanjutnya naik Rp3.362 triliun pada 2015. Dengan kurs Rp13.600, kalangan akademisi memerkirakan utang negara bakal membengkak menjadi Rp4.000 triliun. Kalau tembus Rp14.000 per US$, ekonomi masuk lampu merah.
‘’Akan lebih kacau lagi apabila nilai tukar mata uang Garuda terus amburk hingga mencapai Rp14.000 per US$ pada akhir tahun ini. Maka utang luar negeri (ULN) membubung menjadi Rp4500 triliun. Waduh,’’ kata Renihard
‘’Kita melihat, di tangan tim ekonomi Kabinet kerja, beban utang luar negeri, terus membengkak. Sementara ekonomi kerakyatan semakin mengalami penggerusan, APBN terkontraksi karena harus bayar utang,’’ kata Muntasir Alwy.
‘’Situasi ekonomi yang rentan, ruwet dan sulit ini, tak mampu ditangani Sri Mulyani yang begitu dielu-elukan berbagai pihak,’’ ujarnya.
Otomatis, gambaran ini menjadi bukti bagaimana  lemahnya dan sempoyongannya tim ekonomi yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut kedua analis itu, Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Rini sudah tidak punya cara atau tidak ingin menempuh cara lain yang cerdas untuk menyelamatkan penerimaan negara.
‘’Kita melihat,  Rini menjual aset-aset bangsa, mulai dari yang ada di dalam kandungan bumi, hingga jembatan, pelabuhan, Bandara, sampai jalan tol. Dan Menkeu Sri Mul malah mengutang secara jor-joran  dan melakukan pengetatan potong anggaran (austerity), sehingga struktur APBN kita prioritas utamanya adalah bayar utang,  baru kemudian  pendidikan, dan   infrastruktur,’’ kata Reinhard.

 

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/menkeu-sri-mulyani-dan-menteri-rini-merusak-kepercayaan-jokowi-ada-bahaya-krisis
via IFTTT