Mengapa Ekonomi Indonesia Makin Tertinggal Tetangga di Asia? Ini jawaban Rizal Ramli

KONFRONTASI- Di tengah gelombang kebangkitan negara-negara Asia, Indonesia justeru terpuruk. Mengapa demikian? Ekonomi negara Asia seperti China, Korea Selatan dan Singapura terus melesat hingga menjadi negara maju dunia. Padahal 50 tahun lalu, negara-negara tersebut sama miskinnya dengan Indonesia.
"Kenapa dulu mereka sama miskin sekarang bisa lebih kaya dari kita?" kata mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Alam RI Rizal Ramli.  Teknokrat senior Rizal Ramli mengungkapkan, ada dua masalah yang membuat Indonesia masih tertinggal dari negara lain.

Kemarin pada tanggal 15 November 2017 ada hal menarik yang di sampaikan Presiden Joko Widodo ketika berpidato di acara pembukaan Rakernas partai Nasdem, yakni sikap Gentle Presiden Joko widodo yang mengakui bahwa Indonesia selama ini sudah tertinggal dari negara-negara tetangganya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam. 


Mantan Menko Perekonomian  Presiden Gus Dur yakni Rizal Ramli menyebut ada dua penyebab mengapa Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia lain. Pertama, karena Indonesia menganut sistem ekonomi neoliberal. Indonesia meyakini sistem neoliberal dapat menjadi jalan keluar untuk mencapai kesejahteraan.

Di Asia, selain Indonesia, cuma Filipina yang menganut dan meyakini sistem ekonomi neoliberal ini. Indonesia dan Filipina pun menjadi dua negara paling payah di Asia dan menjadi dua negara yang sama-sama suka mengirim tenaga kerja wanita ke negara lain.

"Di dalam sistem neoliberal, yang kuat makin kuat dan yang lemah makin lemah. Tidak hanya itu, dalam sistem neoliberal, segala sesuatu diukur pakai uang," kata Rizal Ramli dalam suatu diskusi nasional dan bedah buku "Pilpres Abal-Abal, Republik Amburadul" di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.

Rizal Ramli pun mencontohkan negara yang berhasil melepaskan diri cari cengkeraman neoliberal ini. Brazil salah satunya. Dalam jangka waktu delapan tahun, Brazil berubah dari negara yang miskin menjadi negara yang kuat. Dalam jangka waktu delapan tahun juga Brazil berhasil menciptakan lapangan pekerjaan sehingga rakyatnya tidak menganggur.

"Kenapa Brazil bisa maju? Karena presidennya berani mengambil kebijakan ekonomi yang tidak neoliberal, tidak menyerahkan kepada pasar. Tidak seperti yang dilakukan oleh SBY dan Marie Elka Pangestu yang sangat pro-liberalis," kata Rizal.

Dalam hal ini Rizal pun menyebut poin kedua penyebab Indonesia masih tertinggal. Yaitu soal kepemimpinan. Hanya pemimpin yang berani dan tegas, yang mampu meningkatkan kesejahteraan negaranya.
"Pemimpin, kalau di negara berkembang, seperti di Indonesia, masih ngawur," tegas Rizal.

Beberapa waktu yang lalu, presiden menyampaikan, bahwa "yang menyebabkan Indonesia tercecer dari Singapura, Malaysia & Vietnam adalah faktor produktivitas, etos kerja, dan pola pikir” . Dan  para ekonom nasionalis umumnya menuturkan, Indonesia keliru kalau memakai jalan Neoliberalisme-Neokolonialisme itu seperti pilihan Sri Mulyani_Rini Soemarno-Darmin Nasution dewasa ini.

Sejak era  Megawati dan SBY, Indonesia terus mengikuti model pembangunan Neoliberal  yang membebani rakyat, menyusahkan rakyat banyak.
Masyarakat kita  pernah memberikan kesempatan kepada SBY-Boediono dimasa lalu untuk membangun dan untuk memperbaiki diri. Kalau tidak bisa diubah maka lewat kasus-kasus kriminal yang dibiarkan seperti kasus Century, Antasari dan rekayasa KPU, misalnya, maka mereka waktu itu mungkin akan menjadi presiden yang pertama diadili untuk memberikan efek jera kepada pemimpin berikutnya.

Jangan lupa,satu-satunya pemerintah yang mengurangi utang (net payment) adalah Gus Dur, sebesar $4,15 milyar dimana  Menkonya Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie, masing-masing saling mengisi.. [ysa]

 

Category: 


from Tokoh http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/mengapa-ekonomi-indonesia-makin-tertinggal-tetangga-di-asia-ini-jawaban-rizal-ramli
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: