Mantan Jubir HTI Jatim Menilai Pembubaran Pengajian Felix Siauw Tidak Bijak

SURABAYA, (Panjimas.com) – Mantan juru bicara HTI Jawa Timur Rifan Wahyudi memandang bahwa pembubaran pengajian Felix Siauw atas desakan Banser di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, Sabtu (4/11) lalu, tidak bijak.

“Mereka belum mendengarkan isi ceramah yang akan dibawakan Felix. Mestinya dengarkan dulu dong ceramahnya, kalau ada yang dinilai menyimpang ingatkanlah. Bukan begini caranya,” ujar Rifan seperti dilansir tempo, Selasa (7/11/2017).

Tidak hanya itu, Rifan juga membantah tudingan bahwa Ustadz Felix Siauw akan membawakan materi tentang negara khilafah di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, Sabtu (4/11) lalu.

Selama ini, lanjut Rifan, ceramah-ceramah Ustadz Felix kebanyakan normatif, yakni mengajak umat Islam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Shubhanahu Wa Ta’ala. “Cek saja di Youtube, banyak ceramah Ustadz Felix,” tambahnya.

Kronologi Pembubaran Pengajian Felix Siauw Versi Anshor

Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Ahmad Nur Aminudin mengklaim bahwa pembubaran pengajian Ustadz Felix Siauw di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, Sabtu (4/11) dilakukan karena Ustadz Felix Siauw enggan menyepakati tiga poin yang dibuat Barisan Serbaguna (Banser).

Tiga poin itu ialah, pertama, Ustadz Felix mau mengakui Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, tidak mendakwahkan konsep khilafah dalam pengajian tersebut. Ketiga, bersedia meninggalkan HTI yang telah dibubarkan pemerintah.

Aminudin merasa, tiga poin tersebut sejalan dengan undang-undang yang berlaku. Artinya, sesuai ketentuan tidak diperbolehkan ada individu ataupun kelompok yang mengkampanyekan sistem negara di luar yang telah disepakati. “Kalau masih ada kampanye terselubung, itu sama saja merongrong NKRI,” katanya seperti dikutip tempo.

Walaupun sudah berhasil membubarkan pengajian, Aminudin menjelaskan, Banser tidak bermaksud otoriter. Namun, hanya meminta ceramah Ustadz Felix tidak keluar dari koridor hukum.

Aminudin membantah cuitan di media sosial seolah Banser kelompok intoleran. Padahal, kata dia, tuduhan itu sama saja membalikkan masalah yang sesungguhnya. “Kami menjaga keadulatan NKRI, jadi siapa yang intoleran,” pungkasnya. [DP]

 


From Panjimas http://www.panjimas.com
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT