KPK Periksa Setnov Selaku Tersangka, Novanto Dinyatakan Sehat

KONFRONTASI -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap tersangka kasus korupsi KTP-elektronik Setya Novanto. Ketua DPR RI ini pun dinyatakan fit oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meskipun awalnya diberitakan sempat mengalami komplikasi sejumlah penyakit ditambah luka-luka akibat kecelakaan menabrak tiang lampu penerangan jalan.

"Pemeriksaan sudah dapat dilakukan sesuai dengan hasil kesimpulan IDI yg menyatakan SN fit to be questioned atau sudah dapat dilakukan pemeriksaan dalam proses hukum yg sedang berjalan," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Senin (20/11).

Sekadar tahu KPK telah melakukan penahanan lanjutan selama 20 hari ke depan terhitung 19 November 2017. Penahanan lanjutan ini merupakan kelanjutan dari pembantaran karena Novanto telah dinyatakan fit. Kepada Novanto KPK juga telah menyampaikan hak-hak tersangka dan perkara yg sedang disangkakan pada SN.

"Informasi yang kami dapatkan dari penyidik, SN telah bersedia menandatangai Berita Acara pencabutan pembantaran dan penahanan lanjutan. Pertanyaan yang diajukan pun direspon dengan wajar," tambah Febri.

Novanto merupakan tersangka keenam dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini. Ia sempat berkelit dengan memenangkan sidang praperadilan yang dipimpin oleh hakim tunggal Cepi Iskandar. Namun kemudian KPK menerbitkan surat perintah penyidikan baru sehingga ketua umum Partai Golkar ini menyandang status tersangka untuk kedua kalinya.

Sejak awal berjalannya proses penganggaran, Novanto melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya dengan mengadakan pertemuan dengan pengusaha Andi Narogong dan tiga pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman, Sugiharto dan Diah Anggraeni. Dalam pertemuan itu, Novanto mengatakan agar mengawal proyek berskala nasional ini. Adanya pertemuan ini membuat para pihak tersebut memiliki ikatan.

Andi Narogong kemudian banyak berperan dalam mengkoordinir perusahaan-perususahaan yang bakal terlibat melaksanakan proyek. Ia memfasilitasi dengan menyediakan tempat berupa rumah toko (ruko) di jalan Fatmawati. Pihak-pihak yang dikoordinasi oleh Andi ini kemudian disebut dengan Tim Fatmawati.

Perusahaan yang terafiliasi dengan Novanto pun sempat menjadi peserta lelang proyek, yaitu PT Murakabi Sejahtera. Berdasarkan akta notaris, perusahaan ini sempat dimiliki oleh istri Novanto, Deisti Astriany dan yang menjadi direktur adalah keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi.

(KONF/kONTAN)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/kpk-periksa-setnov-selaku-tersangka-novanto-dinyatakan-sehat
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: