Korupsi, Kanker Dunia Modern

KIBLAT.NET – Menurut Asian Development Bank (ADB), korupsi melibatkan perilaku oleh sebagian pegawai sektor publik dan swasta, dimana mereka dengan tidak pantas dan melawan hukum memperkaya diri mereka sendiri dan atau orang-orang yang dekat dengan mereka, atau membujuk orang lain untuk melakukan hal-hal tersebut, dengan menyalahgunakan jabatan dimana mereka ditempatkan.

Namun demikian, bila dikaji secara mendalam dan eksplisit, dapat diketahui bahwa hampir semua definisi korupsi mengandung dua unsur di dalamnya: Pertama, penyalahgunaan kekuasaan yang melampaui batasan kewajaran hukum oleh para pejabat atau aparatur negara; dan Kedua, pengutamaan kepentingan pribadi atau klien di atas kepentingan publik oleh para pejabat atau aparatur negara yang bersangkutan.

Dengan melihat beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa korupsi secara implisit adalah menyalahgunakan kewenangan, jabatan atau amanah secara melawan hukum untuk memperoleh keuntungan atau manfaat pribadi dan atau kelompok tertentu yang dapat merugikan kepentingan umum.

Dari beberapa definisi tersebut juga terdapat beberapa unsur yang melekat pada korupsi. Pertama, tindakan mengambil, menyembunyikan, menggelapkan harta negara atau masyarakat. Kedua, melawan norma-norma yang sah dan berlaku. Ketiga, penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang atau amanah yang ada pada dirinya. Keempat, demi kepentingan diri sendiri, keluarga, kerabat, korporasi atau lembaga instansi tertentu. Kelima, merugikan pihak lain, baik masyarakat maupun negara.

Korupsi melibatkan pelanggaran terhadap dasar kemanusiaan seseorang yang dapat memacu respons kemarahan.Banyak ahli perdamaian dan resolusi konflik yang mengatakan bahwa sumber segala kekerasan adalah kerakusan (greed) dan kepedihan (grievance). Keduanya menjadi sumber kekerasan karena mereka merampas keadilan.

Kerakusan menyebabkan orang mengambil yang bukan menjadi haknya atau mempertahankan kekuasaan dengan segala daya upaya demi berlanjutnya kenikmatan yang datang bersama kekuasaan itu. Privilege, fasilitas khusus yang menempel pada sebuah jabatan publik, misalnya, seringkali melenakan sehingga lama-kelamaan dirasakan sebagai hak yang harus terus dipertahankan dengan segala daya upaya.

Korupsi identik dengan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, suap, amoral, kotor, dan pastinya korupsi bukanlah sebuah budaya melainkan sebuah tidakan yang tidak beradab yang lebih kejam dari terorisme.

Meluasnya praktik korupsi di suatu negara akan memperburuk kondisi ekonomi bangsa, misalnya harga barang menjadi mahal dengan kualitas yang buruk, akses rakyat terhadap pendidikan dan kesehatan menjadi sulit, keamanan suatu negara terancam, kerusakan lingkungan hidup, dan citra pemerintahan yang buruk di mata internasional sehingga menggoyahkan sendi-sendi kepercayaan pemilik modal asing, krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan negara pun menjadi semakin terperosok dalam kemiskinan. Tak heran jika sebagian orang menganggap bahwa korupsi lebih kejam dari terrorism

Korupsi, Kanker Dunia Modern
Korupsi adalah kanker. Awalnya, bisa terlihat kecil dan tidak berbahaya, namun sebelum kita menyadarinya, ia telah mengambil alih seluruh tubuh kita. Demikian juga, kerugian akibat korupsi pada awalnya mungkin nampak kecil, namun pada akhirnya kerusakannya sangat besar.

Korupsi adalah kanker yang menjadi inti dari begitu banyak masalah di dunia saat ini. Ia menghancurkan pekerjaan dan menahan pertumbuhan, menelan biaya ekonomi dunia triliunan rupiah setiap tahun. Ia menjebak orang-orang yang paling miskin dalam kemiskinan mendalam karena pemerintah yang korup di seluruh dunia menyedot dana dan mencegah orang-orang yang bekerja keras dari mendapatkan pendapatan dan keuntungan pertumbuhan yang menjadi hak mereka. Korupsi juga mencuri sumber daya vital dari sekolah dan rumah sakit.

Masalah korupsi di seluruh dunia sudah cukup dikenal. Para diktator, penyelundup senjata dan warlords mengandalkan korupsi untuk mendanai kekerasan terhadap rakyat mereka sendiri. Korupsi bukan hanya dalam bidang ekonomi; namun juga dalam sistem hukum dan politik yang menopangnya, yang begitu merusak di begitu banyak negara.

Secara sistemik, korupsi yang meluas juga dapat menahan negara-negara seperti Ukraina untuk melakukan reformasi. Bukan suatu kebetulan jika ketidakpuasan publik seringkali dipicu oleh korupsi dibanding hal-hal lainnya. Dan masyarakat benar: korupsi menyedot investasi yang sebenarnya sangat dibutuhkan, dan memperlambat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi negara.

Di beberapa negara, korupsi sudah sangat mendarah daging, sampai-sampai masyarakat tidak sadar bahwa perbuatan tersebut buruk dan tidak normal. Pada kondisi demikian, ia bahkan telah menjadi cara hidup.

 

The post Korupsi, Kanker Dunia Modern appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: