Jumlah Korban Sipil dalam Perang Melawan ISIS 31 Kali Lipat dari Klaim AS

KIBLAT.NET, Washington – Pentagon mengklaim, kampanye serangan udara terhadap ISIS merupakan salah satu yang paling akurat dalam sejarah. Lebih jauh Pentagon menyatakan bahwa serangan dilakukan dengan sangat hati-hati, dan dari 14.000 serangan yang dilancarkan di Iraq “hanya” menewaskan 89 warga sipil.

Dari penjelasan tersebut kita jadi tahu bahwa telah terjadi pengabaian luar biasa terkait dengan “biaya manusia” dalam perang Washington melawan ISIS selama tiga tahun terakhir. Sebuah investigasi yang dilakukan The Washington Post selama 18 bulan menemukan bahwa koalisi militer pimpinan AS di Iraq rata-rata menewaskan warga sipil 31 lebih banyak dari yang diakui secara resmi.

“Ada gap yang sedemikian jauh dari apa yang dikatakan oleh para pejabat tentang angka kematian sipil. (Dan) barangkali ini adalah perang yang paling tidak transparan dalam sejarah Amerika hari ini,” kata Azmat Khan dan Anand Gopal melaporkan.

Dari bulan April 2016 s/d Juni 2017, Khan dan Gopal telah mengunjungi hampir 150 lokasi di tiga wilayah yang dikuasai ISIS di Iraq utara. Di tempat-tempat inilah koalisi membombardir target yang “masih diduga” terkait dengan kelompok militan. Namun, faktanya Khan dan Gopal menemukan tempat itu merupakan lokasi & target serangan yang sama sekali tidak ada laporan mengenahi seberapa besar penduduk sipil yang tewas akibat bom-bom koalisi.

Koalisi pimpinan AS mengklaim hanya satu warga sipil tewas di setiap 157 serangan. Tetapi, menurut laporan hasil investigasi The Washington Post bahwa di lapangan rata-rata 1 warga sipil tewas untuk setiap 5 kali serangan udara, yang berarti 31 kali lebih tinggi dari angka yang diakui oleh militer.

Kedua peneliti itu menceritakan kisah Basim Razzo, pria Iraq berusia 56 tahun yang kehilangan seluruh anggota keluarganya akibat serangan udara di bulan September 2015 lalu. Pasca serangan, koalisi memposting video serangan ke rumah Razzo itu ke YouTube yang dalam narasinya dikatakan serangan telah menghantam sebuah pabrik bom mobil. Namun kematian keluarga Razzo tidak disebutkan dan tidak dihitung dalam daftar warga sipil yang tewas hingga Khan & Gopal kemudian membawanya ke pejabat-pejabat negara koalisi terkait.

Selain Razzo, ada Muhammad Mahmud salah satu korban serangan Amerika yang mengalami luka-luka serius di kepala akibat terkena pecahan bom serangan udara di Mosul. Muhammad Mahmud ditemani oleh kakaknya, Amar Mahmud, saat terbaring di RS Gawat Darurat Irbil, di Irbil Iraq, pada tanggal 17 April 2017.

Hal ini menimbulkan banyak persoalan dalam kampanye serangan udara Amerika terhadap ISIS. Pertama, kampanye militer pimpinan AS banyak yang tidak dilaporkan secara transparan mengenahi jumlah korban sipil di Iraq. Kedua, pertanyaan juga muncul seberapa banyak warga sipil yang dibunuh oleh koalisi di bawah pimpinan AS di Suriah, negara kedua sekaligus negara tetangga yang menjadi target serangan Amerika dalam kampanye perang melawan ISIS.

Ironisnya, semakin besar jumlah korban sipil di wilayah yang dikuasai ISIS, semakin memperbanyak pemuda yang direkrut dan bergabung dengan kelompok perlawaan itu.

Sumber: vox.com
Redaktur: Yasin Muslim

The post Jumlah Korban Sipil dalam Perang Melawan ISIS 31 Kali Lipat dari Klaim AS appeared first on Kiblat.


From Kiblat https://www.kiblat.net
Media Partner SUARA RAKYAT
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: