JK: Dokter Lebih Penting Menjelaskan 'Meme' bahwa Novanto Tidak Pura-pura Sakit

KONFRONTASI - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan meme tentang Setya Novanto, Ketua DPR RI, yang beredar di internet tidak perlu diproses hukum.

"Kalau semua meme itu harus diadili, capek nanti pengadilan. Karena begitu banyak, itu semacam karikatur, berekspresi," kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Kalla terkait langkah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto yang melaporkan pelaku meme atau sejenis karikatur tersebut ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial.

Menurut Kalla, hal yang lebih penting daripada memproses hukum meme tersebut adalah memberikan penjelasan yang lengkap terkait penyakit yang diderita oleh Setya Novanto tersebut. Menurutnya, dokter yang merawat Setya Novanto di RS Premier Jatinegara bisa memberikan penjelasan.

"Tapi yang paling pokok di sini adalah kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan, bahwa memang dia (Setnov) sakit," ujar Kalla dilansir Antara.

Dyaan Kemala Arrizzqi, ditangkap Bareskrim Polri karena dianggap menyebar meme soal Setya Novanto dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Selain itu, Setya Novanto juga melaporkan 32 akun media sosial Facebook untuk tuduhan serupa.

Beberapa waktu lalu, Setnov sempat dikabarkan menjalani perawatan karena sejumlah penyakit yang diderita di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Setya Novanto dirawat sejak akhir September hingga awal Oktober 2017.

Pada 2 Oktober 2017, Setya Novanto telah meninggalkan rumah sakit, beberapa hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan terkait dugaan korupsi pengadaan KTP-Elektronik.

Izin Presiden

Terakit pemeriksaan Novanto, JK mengungkapkan pemeriksaan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat terkait kasus e-KTP,  tidak memerlukan izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“KPK tidak butuh izin untuk memeriksa, kalau Polisi memang. Tapi kalau KPK ada Undang-Undang sendiri, tidak perlu izin Presiden,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2017) dalam menanggapi sikap Setnov yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan lembaga itu belum mengantongi izin dari Presiden.

Tuntut Mahathir

Sementara itu, terkait pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahatir Muhammad yang menyebut Suku Bugis sebagai perompak atau lanun, JK menuntut permintaan maaf. Pasalnya pernyataan Mahatir tersebut telah menghina masyarakat Bugis. Padahal saat ini populasi masyarakat Bugis telah tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga sunjam 

"Karena itu maka Pak Mahathir harus minta maaf karena orang Bugis bukan hanya di Sulawesi Selatan, Indonesia, saja," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

JK meminta Mahathir meralat pernyataannya karena telah menyinggung.  Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak yang merupakan keturunan Bugis. Sangat tak elok menilai atau menyindir seseorang dengan membawa etnisnya. "Tidak bagus berkata seperti itu," tegasnya. (KONF/HT)

Tags: 
Category: 


from Tokoh https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/jk-dokter-lebih-penting-menjelaskan-meme-bahwa-novanto-tidak-pura-pura-sakit
via IFTTT