JK Desak Polisi Tidak Usah Mengusut Meme Sakit Novanto

KONFRONTASI  -  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal akun-akun sosial media yang memuat meme Setya Novanto (Setnov). JK berharap Setnov tidak berlebihan menanggapi maraknya meme tersebut. Sebab, meme tak ubahnya karikatur sebagai bentuk ekspresi jiwa sehingga tak perlu diproses hukum.

JK  pun meminta pihak dokter Rumah Sakit Premiere, Jatinegara, Jakarta Timur agar memberi penjelasan resmi kepada masyarakat soal status kesehatan Setnov.  “Sebenarnya kasus ini harus ada penjelasan dari dokter. Dokter harus menjelaskan bahwa Setnov memang sakit,” ujar JK di kantornya, Selasa (7/11/2017).

Dalam hal ini JK meminta agar pihak kepolisian lebih bijaksana menangani laporan meme Setnov. Jangan sampai, energi aparat penegak hukum terkuras hanya untuk menangani perkara yang sebenarnya hanyalah sebuah bentuk kreativitas semata. “Begitu banyak meme yang beredar. Kalau semua harus dilaporkan dan diadili, maka capeklah nanti pengadilan,” cetus JK.

Sebelumnya, Staf Ahli Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto sudah menjelaskan bahwa meme tentang Setnov yang sedang sakit yang banyak beredar di sosial media (sosmed) itu merupakan bentuk satire untuk menyampaikan sindiran. ”Itu satire namanya, bagian dari ekspresi dan opini,” kata Henri Subiakto yang dulu ikut menyusun UU Nomor 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tanggaan serupa juga dilontarkan oleh Ketua LBH Pers, Nawawi Bahrudin yang menilai polisi telah keliru menangani perkara tersebut. Sebab, meme hanyalah sebuah sindiran atau kritik sehingga tidak ada unsur fitnah dan ujaran kebencian.

Diketahui, pada 10 Oktober 2017, Tim Kuasa Hukum Setya Novanto melaporkan 68 akun sosmed yang terdiri dari 25 akun Twitter, 9 akun Instagram, dan 8 akun Facebook. Mereka dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dengan Nomor LP/1032/X/2017/Bareskrim. Pasalnya, pemilik akun dianggap telah mencemarkan nama baik Setnov.

Laporan itu dibuat setelah meme tentang Setnov yang sakit dan tanda pagar The Power of Setnov viral di medsos. Untuk itu, pihak kepolisian bertekad akan menuntaskan kasus tersebut. Bahkan, polisi telah menetapkan seorang tersangka bernama Dyann Kemala Arrizqi.

Setnov sendiri sempat dikabarkan jatuh pingsan saat sedang bermain tenis meja di rumahnya, Menurut sang istri, Deisti Astriani Tagor, Setnov diduga terkena vertigo dan penurunan fungsi ginjal. Karena itu, pada Selasa (18/9/2017), Setnov dirawat dan menjalani kateterisasi jantung di RS Premiere, Jatinegara, jaktim.  Lantaran sakit itu, penyidik KPK menunda pemeriksaan Ketua Umum DPP Gplkar itu terkait kasus proyek e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Setelah dirawat selama 15 hari, Setnov akhirnya meninggalkan RS Premiere pada Senin (2/10/ 2017) malam. Kepulangan Setnov dari RS Premiere berselang tiga hari setelah Hakim Cepi Iskandar yang menjadi hakim tunggal pada sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan memutus mengabulkan gugatan Setnov. Dengan begitu, status tersangka Setnov terkait kasus e-KTP dinyatakan batal.  Dan, pada Kamis (12/10/2017), Setnov kembali memimpin rapim DPR untuk pertamakalinya setelah sembuh.

Apakah Setnov memang benar menderita sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit atau itu hanya sekedar akal-akalan untuk menghindari pemeriksaan KPK? Kini, masyarakat menanti penjelasan resmi dari dokter RS Premiere, Jatinegara, Jaktim sebagaimana permintaan Wapres JK. [KONF/NUSANTARA]

Category: 


from Politik https://www.konfrontasi.com/content/politik/jk-desak-polisi-tidak-usah-mengusut-meme-sakit-novanto
via IFTTT