Jika Novanto Diganti, Bambang Utoyo: Jangan Ulangi Munaslub Bali yang Kotor

KONFRONTASI--Indra Bambang Utoyo, politisi senior Partai Golkar memiliki catatan dan pesan penting bagi rencana Munaslub Golkar untuk mencari pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Menurut dia, jangan ulangi Munaslub Bali! 

"Pada Munaslub 2015 di Bali, tak terbayang berapa besar uang beredar dari para caketum untuk membujuk para voters. Munalub ini adalah puncak tidak sehatnya situasi perekrutan atau pemilihan pemimpin," ujar Indra Bambang Utoyo di Jakarta, Kamis malam (23/11/2017). 

Indra mengungkapkan pada proses pemilihan pimpinan seperti dalam Munaslub Bali keterpilihan seorang Ketua Umum bergantung kepada tebalnya kantung si calon. Makin bertambah tebal kantong, bertambah besar kemungkinan seseorang terpilih. 

"Bila masih terjadi lagi keadaan seperti ini pada Munas (yang mungkin terjadi), dimana pragmatisme memenangi idealisme, Partai Golkar tidak akan bisa beranjak untuk maju," ujar Indra Bambang Utoyo. 

Dia secara khusus mengingatkan hal ini kepada keluarga besar Partai Golkar. Menurut dia telah terjadi perubahan pada sikap para pimpinan dari atas sampai bawah yakni persoalan idealisme versus pragmatisme. Indra mengajak agar idealisme menjadi pijakan atau dasar dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. 

Secara umum Indra menyambut baik munculnya banyak nama baru, terutama para Ketua DPD Provinsi untuk menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar. Menurut dia munculnya nama-nama yang akan bertarung dalam Munas yang diharapkan bisa terlaksana bulan Desember 2017 ini adalah tanda bagus bagi Partai Golkar. 

"Bahwa banyak kader-kader Partai Golkar yang bisa menggantikan SN sebagai Ketua Umum," ujar dia. 

Pandangan senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar, Hafiz Djawawi. Menurut Hafiz Partai Golkar memiliki banyak kader yang bisa menggantikan proses alih kepemimpinan dalam situasi apapun 

"Partai Golkar mempunyai banyak kader, siapapun yang merasa mampu dan memenuhi kriteria serta persyaratan boleh maju menjadi bakal calon Ketua Umum," ujar Hafiz. 

Seperti diketahui, seiring desakan pelaksanaan Munaslub akibat kekecewaan hasil rapat pleno yang masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kini muncul nama-nama baru yang dijagokan menggantikan Setya Novanto. Diantaranya Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah), Dedi Mulyadi (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat), Andi Sinulingga (Koordinator Pemenangan Sumatera I). Sebelumnya Airlangga Hartarto dinilai sebagai calon kuat.(mr/ts)

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/jika-novanto-diganti-bambang-utoyo-jangan-ulangi-munaslub-bali-yang-kotor
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: