Idrus Marham Pimpin Golkar, Aburizal Bakrie Cs Pertahankan Setya Novanto

KONFRONTASI - Dewan Pembina Partai Golkar mengamini keputusan rapat pleno DPP yang memutuskan untuk tidak mendepak Setya Novanto dari partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengaku pihaknya sejalan dengan putusan rapat pleno DPP Golkar setelah mendengarkan langsung penjelasan dari Plt Ketua Umum sekaligus Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. 

"Meskipun sebelumnya kita sudah menerima surat resmi, kita perlu mendengarkan langsung penjelasan dari DPP karena memang di saat seperti ini keputusan penting diambil DPP bersama Dewan Pembina. Setelah mendapatkan penjelasan dari DPP, maka dewan pembina berpendapat dan menghargai proses yang terjadi di dalam pleno DPP tersebut," katanya dalam konferensi pers di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

Untuk itu, Ical meminta semua kader beringin untuk juga ikut taat dengan keputusan rapat pleno tersebut.

"Kepada seluruh kader Partai Golkar di manapun berada, kita meminta untuk menjaga terwujudnya persatuan dan kesatuan Partai Golkar untuk kemenangan Partai Golkar di saat-saat ke depan," imbaunya.

Diketahui pasca Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPP Golkar langsung menggelar rapat pleno yang kemudian memutuskan lima keputusan.

Berikut lima keputusannya;

Pertama, Rapat Pleno DPP Partai Golkar menyetujui Idrus Marham sebagai Plt Ketum DPP Partai Golkar, sampai dengan ada keputusan praperadilan.

Kedua, apabila Setya Novanto menang praperadilan, maka jabatan Plt Ketum berakhir, dan posisi Ketum dikembalikan pada Setya Novanto.

Ketiga, apabila Setya Novanto kalah praperadilan, maka Plt Ketum ditambah Rapat Pleno DPP meminta agar Setya Novanto mundur dari posisi Ketum. Dan apabila Setya Novanto tidak mundur, maka DPP Partai Golkar akan melaksanakan Munaslub.

Keempat, Plt Ketum dalam menjalankan atau mengambil kebijakan strategis Partai Golkar, harus berkoordinasi dengan Ketua Harian DPP Partai Golkar dan Bendum DPP Partai Golkar.

Kelima, terkait posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR, menunggu sampai dengan adanya keputusan praperadilan.

Keputusan ini sesuai dengan surat yang beredar dari Setya Novanto yang meminta dirinya masih tetap menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar dan Ketua DPR karena ia ingin membuktikan tidak terlibat dalam kasus yang disangkakan. [ian/rml]

Category: 


from Politik http://www.konfrontasi.com/content/politik/idrus-marham-pimpin-golkar-aburizal-bakrie-cs-pertahankan-setya-novanto
via IFTTT

Daftar dan dapatkan update terkini melalui email.: